Lombok Post
Metropolis

Ikut Hiziban, Puluhan Siswi Kesurupan

MERONTA: Sejumlah siswi yang mengalami kesurupan, mendapat perawatan di Puskesmas Mataram, kemarin (1/3). Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Puskesmas Mataram kebanjiran pasien, kemarin (1/3). Mereka adalah para siswi dari sejumlah sekolah di bawah naungan NW Anjani. “Kita datang mau ikut hiziban hari jadi NW,” kata Siti Aisyah, salah seorang siswi.

Dua temannya tiba-tiba tak sadarkan diri di lokasi acara yang dipusatkan di Lapangan Sangkareang. Tak berselang lama, mereka mulai meronta dan berteriak seperti orang kesurupan. “Ngomongnya aneh, seperti orang kerasukan,” ujarnya.

Makin siang, jumlah pelajar perempuan yang mengalami kasus serupa terus bertambah. Puskesmas Mataram mencatat hingga pukul 12.00 Wita kemarin (1/3), sudah lebih dari 25 pasien yang ditangani. “Semua petugas yang sedang jaga kita kerahkan,” kata Kepala Puskesmas Mataram H Turmuji.

Dijelaskan, awalnya tiga siswi dibawa guru dan rekannya karena kelelahan. Oleh pihaknya mereka diberi bantuan pernafasan oksigen dan sejumlah obat yang diperlukan. Namun pasien-pasien selanjutnya yang datang membuat puskesmas bingung. Mereka bukannya pingsan karena kepanasan namun meronta dan berteriak bagai orang kesurupan.

Beberapa bahkan berbicara aneh, mengeluarkan sumpah serapah, ada pula yang terus menangis.A� “Kami hanya berusaha menenangkan saja,” ujarnya.

Karena pasien yang terus berdatangan, ruang perawatan tak lagi mencukupi. Hanya memiliki tiga tempat tidur, banyak siswi akhirnya diistirahatkan di lorong, lobi, dan selasar, bahkan di halamanA� puskesmas. “Jelas kami kewalahan,” akunya.

“Untungnya pasien umum yang memang mau berobat sudah habis,” kata TurmujiA� menambahkan.

Karena banyaknya pasien, dan jenis penyakit yang sukar diobati secara medis, beberapa akhirnya dibawa pulang oleh para guru mereka. “Ini yang sudah agak tenang, kita naikkan mobil saja untuk dipulangkan,” kata salah seorang guru. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost