Lombok Post
Headline Sumbawa

Mahasiswa Lingkar Tambang Gedor AMNT

DEMO : Suasana demo di depan pintu masuk tambang PT AMNT oleh Mahasiswa Keluarga Lingkar Tambang, kemarin(1/3). Alimuddin/Radar Sumbawa

MALUK a�� Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Lingkar Tambang (KLT) menggelar demo di depan pintu masuk (gate) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Benete, Kecamatan Maluk, kemarin (1/3). Aksi itu dilakukan karena meluapnya air asam tambang PT AMNT yang mengakibatkan tercemarnya air sungai setempat. Meski perusahaan telah memastikan luapan air asam tambang ini sudah aman, mahasiswa tetap mendesak manajemen perusahaan tambang tembaga dan emas itu untuk tetap bertanggungjawab.

Air asam tambang yang ada di Dam Santong 3 dan Dam Tongoloka meluap awal Februari lalu. Luapan air asam tambang ini mengakibatkan tercemarnya Sungai Tongo. Perusahaan berdalih, luapan air asam tambang ini terjadi karena tingginya curah hujan yang terjadi di sekitar lokasi dam tampungan. Kondisi ini mengakibatkan over flow (meluapnya) air asam tambang AMNT.

Perusahaan juga mengklaim, pasca peristiwa itu, tim tanggap darurat AMNT sudah melakukan berbagai langkah maksimal untuk mengembalikan kondisi air sungai setempat ke kondisi normal. Bahkan dalam waktu tidak terlalu lama, kondisi lingkungan sekitar pasca kasus itu sudah aman.

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam KLT kemarin menyebabkan terhambatnya mobilisasi kendaraan yang keluar masuk dari gate Benete. Dalam orasinya, KLT yang merupakan gabungan mahasiswa dari Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang ini menuntut AMNT segera menutup kegiatan tambang mereka. Tuntutan itu disampaikan karena AMNT dianggap lalai. Selain itu, penambangan yang dilakukan AMNT juga telah merusak kondisi lingkungan sekitar.

a�?a��Kami minta kegiatan AMNT ditutup. Apalagi, peristiwa meluapnya air asam tambang beberapa waktu lalu menjadi catatan buruk terkait tanggung jawab dan perlindungan lingkungan dari AMNT,a��a�� tegas Musan Nip Aditia, koordinator lapangan (koorlap) dalam orasinya.

Dikatakan, AMNT berdalih pencemaran lingkungan yang terjadi akibat meluapnya air Dam Santong 3 dan dan Dam Tongoloka disebabkan curah hujan yang tinggi. Namun peristiwa seperti ini bukan kali saja terjadi. Saat tambang masih dikelola PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), tepatnya pada tahun 2003 silam, kejadian serupa juga pernah terjadi.

a�?a��Pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Tongo dan sekitarnya ini menjadi yang kedua selama kegiatan penambangan di Batu Hijau. Harusnya ini menjadi catatan penting dan kami mendesak agar AMNT segera menghentikan aktivitas mereka,a��a��katanya.

KLT juga mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas kepada AMNT. Selain itu, mahasiswa juga mendukung langkah hukum yang ditempuh sejumlah masyarakat KSB terkait masalah ini.

a�?a��Kami minta aparat hukum mengusut tuntas kasus ini. AMNT sudah lalai dalam hal tanggung jawab dan perlindungan lingkungan,a��a�� tambah Suharjo, salah satu peserta aksi lainnya, kemarin(1/3).

Aksi demo yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga sore hari kemarin, mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, TNI dan juga Brimob. Selain menyampaikan sejumlah tuntutan, massa juga meminta presdir PT AMNT Rachmat Makkasau menjelaskan langsung terkait masalah ini. A�Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lanjutan. a�?a��Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali melakukan aksi serupa. Bahkan dalam jumlah massa yang lebih banyak,a��a�� katanya. (far/cr-li/r4)

 

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost