Lombok Post
Headline Metropolis

Pemprov Siap “Jual” NTB

Dr HM Zainul Majdi

MATARAMA�– Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tidak memiliki agenda berkunjung ke NTB. Meski demikian pemprov tidak berkecil hati.

Sebab akan ada delegasi yang akan datang ke KEK Mandalika. Pemprov NTB sudah siap untuk unjuk gigi untuk kunjungan ini.

Gubernur NTB TGB HM Zainul MajdiA�mengatakan, melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, BUMN, dan PT ITDC juga sudah siap melakukan ekspose potensi NTB.

Ada beberapa dari delegasi yang akan ke Lombok. Selain itu, PT ITDC akan melakukan ekspose ke Bali di depan rombongan kerajaan.

Artinya, semua itu harus dijadikan peluang untuk menarik kerja sama ekonomi yang menguntungkan. a�?Kita coba ekspose kerja sama apa yang saling menguntungkan,a�? katanya.

Terkait Raja Salman yang tidak memiliki agenda berkunjung ke NTB, Gubernur mengatakan, dalam hal ini pemerintah harus objektif.

Bahwa NTB belum mampu menjadi tempat persinggahan karena kapasitas akomodiasi yang terbatas. Tapi ke depan jika KEK Mandalika sudah berkembang, TGB yakin NTB sudah mampu menerima delegasi dalam skala besar.

TGB berharap kedatangan Raja Salman ke Indonesia bisa membawa manfaat untuk semua pihak. Menyikapi banyaknya pro dan kontra di tengah masyarakat, TGB meminta semua kalangan tidak terlalu banyak mengeluarkan komentar yang negatif.

Prinsip pertama adalah sebagai bangsa yang beradab, semua tamu harus diterima dengan baik. a�?Karena itukan diplomasi jangka panjang,a�? kata TGB, kemarin (1/3).

Selain itu, tidak bisa dibantahkan bahwa faktanya Arab Saudi menjadi negara yang menampung orang Indonesia kedua di dunia, setelah Malaysia.

Dari data yang didapatkan di internet, Malaysia menampung hampir 2,5 juta warga Indonesia. Kemudian kedua di Arab Saudi ada 1,5 juta warga negara Indonesia di sana. Belum termasuk warga yang nonprosedural.

Maka bisa dibayangkan, jika Arab Saudi tiba-tiba mengembalikan semua warga Indonesia maka akan menjadi masalah bagi pemerintah, mau dicarikan kerja di mana mereka.

Salah satu amanat konstitusi juga adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Jika Raja Arab Saudi diperlakukan dengan baik, maka WNI di sana juga akan diperlakukan dengan baik.

a�?Jadi pandangan harus jauh ke depan,a�? katanya.

Artinya, antara Arab Saudi dengan Indonesia memiliki hubungan yang saling menguntungkan, sama-sama saling menghormati.

Fakta lainnya adalah Arab Saudi menjadi satu dari tiga negara mayoritas muslim yang menjadi anggota G-20 bersama Indonesia dan Turki.

Artinya, dari sisi ekonomi, mereka memiliki potensi besar, maka harus dibangun hubungan yang baik agar investasi semakin banyak masuk ke Indonesia. (ili/r7)A�A�

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost