Lombok Post
Metropolis

Pengurus PBNW Jadi Penerjemah Presiden Jokowi

MEMBANGGAKAN: Dr Muchlis M Hanafi (kacamata/tengah) yang berperan sebagai penerjemah Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Salman saat penyambutan kedatangan di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (1/3). Ist

MATARAMA�– Warga Nahdlatul Wathan patut berbangga. Ketua V (Urusan Luar Negeri) Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) periode 2016-2021 Dr H Muchlis M Hanafi ditunjuk pihak istana kepresidenan sebagai penerjemah resmi.

Ini untuk memperlancar komunikasi antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman. Terutama selama Raja Arab Saudi ini bertandang ke Indonesia.

Pria jebolan doktoral Universitas Al Azhar ini terlihat selalu berada di tengah-tengah Presiden Joko Widodo dan Raja Salman sejak pesawat kerajaan Saudi Arabia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (1/3).

Pekan lalu, Muchlis yang juga karib dari Ketua Umum PBNW Dr TGB HM Zainul Majdi ini didaulat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram.

Kemudian dilanjutkan membawakan majelis ilmu tentang tafsir Alquran yang rutin digelar, bakda Jumat di Masjid Hubbul Wathan.

Saat ini, Dr Muchlis tercatat sebagai salah satu pejabat di Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama RI. Muchlis dan TGB terlihat bersama-sama turun aksi 121 yang fenomenal.

Dua tokoh ini dikenal sebagai sahabat, sama-sama tercatat sebagai penghafal Alquran dan jebolan doktor Ilmu Tafsir Alquran di Universitas Al Azhar, Kairo Mesir.

Akademisi IAIN Mataram Dr H Kadri mengatakan, hal ini bisa menjadi hal positif bagi NW dan NTB untuk lebih diakui di pentas nasional.

Posisi Dr Muchlis ini menunjukkan, bagaimana kader NW bisa berperan strategis, seperti halnya posisi Ketua PBNW TGB HM Zainul Majdi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB dua periode.

a�?Ini sangat positif,a�? tandas Kadri.

Tidak hanya itu, kata Kadri, TGB selaku Gubernur bisa menitip banyak hal untuk mengkomunikasikan atau mempromosikan NTB ke Raja Salman.

Apalagi status NTB, khususnya Pulau Lombok sudah diakui dunia internasional sedang giatnya menggalakkan wisata halal. a�?Momentum ini harus dimanfaatkan. Kesempatan ini tidak datang dua kali,a�? beber Kadri. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost