Lombok Post
Headline Metropolis

Selesaikan Masalah Bemo Dahulu!

CARI NAFKAH: Sejumlah bemo kuning saat menunggu penumpang di salah satu ruas jalan di Mataram, kemarin (1/3). Wahyu/Lombok Post

MATARAM – BRT yang tak kunjung beroperasi normal seperti saat awal peluncuran menimbulkan tanda tanya. Kendati merupakan bagian dari urusan Damri, namun Dishub Kota Mataram dianggap turut andil atas kondisi saat ini.

“Mengapa persoalan bemo tak diselesaikan terlebih dulu,” kata Ketua Organda Kota Mataram Sutarman Hadi beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, saat awal rencana peluncuran BRT dikemukakan, ia sudah berbicara panjang lebar terkait bemo. Menurutnya, persoalan rute yang sama seharusnya diselesaikan terlebih dulu.

Para sopir harusnya diajak duduk bersama, diberi penjelasan, didengar saran dan masukannya, sebelum akhirnya diambil keputusan. “Kalau masalah bemo bisa diklirkan, tak akan ada gejolak berujung pengandangan BRT,” ujarnya.

Bemo memang seolah terlupakan. Saat BRT mulai beroperasi, rute baru yang sempat dijanjikan tak kunjung ada.

Kompensasi yang juga sudah dilontarkan tak kunjung cair. Wajar, mereka berontak dan akhirnya membuat BRT susah berkembang seperti saat ini.

Menanggapi hal itu, Kadis Perhubungan Kota Mataram H Khalid meyakini masalah dengan bemo bisa diselesaikan. Pihaknya kini masih menunggu hasil studi yang dilakukan sejumlah akademisi yang sudah ditunjuk.

Begitu keluar, itu akan jadi bahan pertimbangan untuk berbuat. Studi yang dimaksud mencakup hendak diapakan bemo kuning, mana rute yang pas untuk mereka, termasuk pola kompensasi jika benar ada.

“Studinya kan butuh dua setengah bulan, jadi masih menunggu,” ujarnya.

Perihal BRT yang tak kunjung mengaspal lagi, ia menolah dikaitkan. Menurutnya hal itu spenuhnya tanggung jawab pihak damri.

Khalid seolah lupa bahwa BRT kembali dikandangkan setelah bermasalah dengan bemo yang merupakan urusannya. “Saya kira setelah hasil studi keluar, akan ada solusi terbaik,” katanya penuh keyakinan.

Terkait halte yang kini mubazir, ia juga menolak dipersalahkan. Menurutnya saat nanti BRT kembali beroperasi, halte-halte itu akan kembali difungsikan. Sehingga tak akan lagi ada anggapan mubazir. “Bahkan kita bangun tiga lagi yang baru tahun ini,” ujarnya.

Namun mengenai kapan semua kembali normal, BRT beroperasi dan bemo mendapat rute baru, termasuk soal dana Rp 1 miliar yang disiapkan, ia tak bisa memastikannya. “Kita tunggu saja dulu hasil kajian itu,” tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost