Lombok Post
Headline Pendidikan

SIAP-SIAP, HABIS UN ADA MUTASI

Kabid Pembinaan Ketenagaan Dikbud NTB H Aidy Furqan. Rojai/Lombok Post

MATARAM – Kekurangan guru, khususnya guru SMK menjadi masalah serius dunia pendidikan di NTB.Kondisi ini dinilai akan membuat kualitas pendidikan menurun. Dampaknya, lulusan SMK tidak bisa diserap Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

a�?Tahun ini kita mulai melakukan pemetaan guru. Mana yang lebih akan kita tempatkan dimana guru yang kurang,a�? kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dikbud NTB H Aidy Furqan, kemarin (1/3).

Membludaknya guru, khususnya guru honor di sekolah tertentu bukan rahasia umum. Ketika SMA/SMK dikelola kabupaten/kota guru tidak sesuai dengan rasio siswa.

Guru banyak, sedangkan siswa minim. Kondisi ini biasanya terjadi karena ada titipan oknum tertentu di sekolah tersebut. Sekolah tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa menerima meski harus mengambil risiko cukup besar a�?Kadang sekolah kebingungan membayar honor mereka,a�? imbuh Aidy.

Dari data Dikbud NTB, guru honor SMA sederajat mencapai 9 ribu lebih, sementara yang dibutuhkan 3 ribu lebih. Artinya ada selisih 6 ribu guru. Untuk guru SMK sendiri akunya masih minim.

Karena jarang sekali ada guru produktif. Namun dengan adanya guru alih fungsi maka membuka kesempatan bagi guru yang memiliki keterampilan untuk mengajar di SMK. Ia mencotohkan, guru mata pelajaran fisika memiliki keterampilan elektronika maka bisa mengajar elektronika di SMK. a�?Ini namanya guru alih fungsi,a�? ucap dia.

Ia menyebutkan, jumlah guru alih fungsi di NTB sebanyak 450 orang.

Mereka akan menjadi guru produktif. Saat ini mereka diberikan pembinaan sesuai dengan keterampilan dimiliki. Meski demikian, belum bisa menutup kekurangan guru SMK saat ini.

a�?Kita masih tetap kekurangan guru SMK meski ada guru alih fungsi,a�? ungkap dia.

Ia menuturkan, pemetaan guru menjadi salah satu tugas Dikbud saat ini, sehingga guru menyebar di sekolah yang ada di NTB.

Dulu kata dia, SMA dikelola kabupaten/kota penyebaran guru hanya di lingkup kabupaten/kota saja. Kadang Guru menumpuk di sekolah tertentu. Kini, dengan SMA dikelola provinsi penyebarannya lebih luas, jangkauan guru mengajar bukan hanya di kabupaten/kota, melainkan provinsi.

a�?Ini akan menjadi tugas kami,a�? ujar dia.

Rencananya, Dikbud NTB akan melakukan mutasi setelah penandatangan ijazah nantinya. Dikbud akan menyebar para guru sesuai dengan kebutuhan sekolah.

a�?Kami sih maunya tidak ada mutasi lintas daerah,a�? kata dia.

Jika pun ada sambung dia, karena kebutuhan mendesak. Misalnya, ingin pindah karena ikut suami atau ingin kembali daerah asal. a�?Ini mungkin bisa dilakukan karena mendesak,a�? pungkas dia. (jay)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost