Lombok Post
Metropolis

Tramadol Masih Beredar di Gomong

BELUM EFEKTIF: Spanduk berisi larangan jual beli obat Tramadol ini belum mempan menekan peredaran obat tersebut di wilayah Kelurahan Gomong Lama. Bahkan enam pengedar diamankan beberapa hari lalu. Ferial/Lombok Post

MATARAM – Peredaran obat keras jenis Tramadol masih marak di Lingkungan Gomong Lama, Kelurahan Gomong Lama. Meski telah dilakukan sosialisasi bahkan hingga pemasangan spanduk, pengedar tak peduli.

“Masih saja ada. Ini mengkhawatirkan,a�? ujar Lurah Gomong Lama, L Husni Mardin, Rabu (1/3).

Husni bercerita, ketika ia baru dimutasi ke Kelurahan Gomong beberapa waktu lalu, ia langsung turun ke lapangan pada malam harinya. Saat itu juga, ia dihubungi kepolisian setempat terkait adanya penggerebekan pada malam itu.

Pada waktu itu bukan di wilayah Kelurahan Gomong melainkan di Dasan Agung Baru. Dalam penggerebekan tersebut polisi berhasil menyita satu kardus tramadol.

Saat polisi melakukan pengembangan kasus, ternyata arah distribusi obat tersebut adalah di Gomong. Bahkan, enam warga Gomong diduga ikut berperan sebagai pengedar.

“Kapasitas keenam orang tersebut sebagai pengedar,a�? jelasnya.

Akhirnya, lanjut Husni, keenam warga Lingkungan Gomong Lama tersebut harus merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi selama satu malam.

“Mereka kemudian dilepas setelah membuat surat pernyataan. Jika mengulang lagi maka akan bersiap kembali berurusan dengan pihak berwajib,a�? sambungnya.

Dalam surat pernyataan tersebut, bahkan menyebutkan kesanggupan mereka untuk diusir dari Kota Mataram.

Husni mengatakan, hal tersebut diungkapkan sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun. “Alhamdulillah sekarang mereka sudah kembali ke rutinitas semula sebagai pedagang sate,a�? ungkapnya.

Husni melanjutkan, peredaran obat terlarang diyakini tidak akan usai begitu saja. Butuh proses panjang untuk menghapus peredaran obat tersebut di masyarakat. “Ini masih jadi PR kami, masih ada yang kami bidik lagi,a�? aku Husni.

Sebagai langkah antisipasi awal, ia tengah membentuk tim pengamanan lingkungan.A� Sekaligus juga membentuk awik-awik di masing-masing lingkungan.

Tim pengamanan lingkungan diambil sebanyak lima orang di setiap lingkungan. “Termasuk untuk penjaga portal,a�? kata Husni.

Pengamanan sendiri rencananya akan diberlakukan siang dan malam hari. Hanya saja, saat ini pihak kelurahan baru bisa mengadakan pada malam hari. “Kami terbentur kekurangan personel dan dana. Sekarang masih sukarelawan dan dananya pun swadaya dari warga,a�? tandasnya.

Pihak kelurahan melakukan hal tersebut untuk mencegah orang luar yang datang membeli ke Gomong. Melalui cara ini diyakini dapat menekan tingkat peredaran obat terlarang itu di Kelurahan Gomong.

Terpisah, AS salah seorang warga lingkungan Gomong Lama yang namanya tidak ingin dikorankan mengatakan, peredaran tramadol masih terjadi. Beberapa kali dijumpai remaja yang terang-terangan bertransaksi pada malam hari.

Ia menilai, pengawasan terhadap peredaran obat keras ini masih kurang. Meski telah dilakukan penggerebekan sebelumnya, namun ini tak membuat penjual jera. Seharusnya aparat terkait lebih keras dalam menertibkan hal ini. “Mereka harus terus diawasi,” katanya. (fer/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost