Lombok Post
Selong

UMKM Lotim Butuh Pembinaan Pengemasan

BELUM TEMBUS PASAR MODERN: Sunny Ahmadi, pengusaha jajanan khas Lotim Kerake menunjukkankuliner khas Kelayu produksinya belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Lombok Timur (Lotim) menjadi daerah yang memiliki sejumlah jajanan khas yang nikmat. Mulai dari Kerake, Kacang Buncis Sembalun hingga Temerodok. Sayang, aneka jajanan ini belum mampu menembus pasar modern.

a�?Dulu saya pernah tawarkan keA� Mataram. Itu sempat diterima, tapi repot prosedurnya dan jatuhnya sangat tipis bagi keuntungan kami. Kita hanya dapat capeknya saja,a�? kata Sunny Ahmadi, pengusaha jajanan kahas Sasak Kerake asal Kelayu kepada Lombok Post.

Penyebabnya, jajanan Kerake miliknya memang tidak tahan lama. Jajanan yang mirip dodol ini hanya mampu bertahan seminggu karena tidak menggunakan bahan pengawet. Selain itu, kemasannya yang menggunakan kulit jagung ini dinilai kurang mendukung untuk pasar modern.

a�?Ya sudah, daripada repot mending saya jual sendiri saja di warung. Alhamdulillah tetap dicari oleh masyarakat setempat atau tamu dari luar Lotim yang datang ke sini,a�? bebernya.

Senada dengan itu, sejumlah pembuat jajanan A�Temerodok yang ada di Sakra juga mengungkapkan hal serupa. Jajanan yang menjadi salah satu andalan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB sebagian besar dijual diA� pasar tradisional.

a�?Ya jual di sini aja. Belum bisa masuk untuk dijual di toko atau supermarket. Karena banyak syarat yang harus dipenuhi. Itu yang kami belum siap,a�? aku Salmiah.

Bermodal bungkus plastik berukuran besar, jajanan temerodok dikemas dengan cara tradisional. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan kenapa jajanan ini sulit A�menembus pasar modern. a�?Pembinaan selama ini hanya dalam bentuk pembuatannya saja. Kami diminta buat warna warni, kalau kemasan belum pernah,a�? aku Salmiah.

Itu pula yang terjadi dengan snack kacang buncis asal A�Sembalun. Kepada Lombok Post, sejumlah pedagang camilan buncis mengaku kesulitan bersaing dengan produk luar daerah karena belum memiliki kemampuan dalam pengemasan.

a�?Ya masih pakai kertas mika saja. Nggak bisa kita kemas cara modern, nggak tahu caranya,a�? aku Almi salah seorang warga Sembalun beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim H Teguh Sutrisman mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah pembinaan. Mulai dari pelatihan hingga pemberdayaan para pelaku industri usaha. a�?Itu sudah kami latih. Kalaupun memang belum untuk pengemasan, ya akan kita programkan,a�? ujarnya.

Sutrisman mengakui, alasan selama ini kenapa jajanan Lotim belum mampu menembus pasar modern kebanyakan karena kurangnya kemasan yang bisa menarik pasar. a�?Itu selalu menjadi perhatian kami bersama pemerintah Provinsi,a�? ujarnya singkat. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost