Lombok Post
Giri Menang

Berdayakan Janda, Komitmen dan Doa Jadi Pegangan

SUDAH ME-LOMBOK: Owner Sasak Maik Bq Siti Suryani menunjukkan produk hasil olahrannya dari rumput laut dan perikanan di rumah kemasan “Sasak Maik” di area pasar baru Gerung, kemarin (28/2).

Dibalik sebuah kesuksesan, butuh kerja keras dan ketekunan. Diperlukan komitmen serta diimbangi dengan berusaha. Itulah kunci sukses dari seorang Bq Siti Suryani, Owner produk olahan a�?Sasak Maika�?. Berikut Kisahnya?

***

GIRI MENANG – Di usianya yang berkisar 45 tahun, Bq Siti Suryani sukses mengembangkan usaha produk olahannya. Merintis dari kecil, kini ia tinggal menikmati hasil.

a�?Sasak Maika�? salah satu produk olahan yang dikenal luas oleh masyarakat Lombok. Kemasannya yang rapi dan sederhana ternyata menarik perhatian penikmat. Namun yang utama tentu rasa yang khas.

a�?Sasak Maika�? salah satu sentra industri makanan ringan di Lombok Barat. Bahan baku produk adalah rumput laut dan perikanan. Bukti kesuksesannya kini, di semua pusat oleh-oleh di Lombok ada produk a�?Sasak Maika�?.

Suryani lantas menuturkan awalnya mengembangkan usaha ini. Usaha ini mulai dirintis Februari 2013. Dengan jumlah karyawan hanya dua orang yang berstatus janda.

Suryani memang memiliki niat mulia mengembangkan usahanya. Dia mengaku lewat usaha kecilnya para janda diberdayakan. Dia ingin membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang kurang beruntung dalam mahligai rumah tangga.

Benar saja, dari19 total karyawannya saat ini, delapan diantara berstatus janda. a�?Niat awal ingin berdayakan janda,a�? katanya ditemui di rumah kemasan a�?Sasak Maika�? di area pasar baru Gerung, kemarin (28/2).

Awal-awal merintis, wanitia bercakamata ini mengaku sempat memiliki kendala serius. Dimana pada tahun 2013 hingga 2014 usaha a�?jalan di tempata�?. Karena belum memiliki izin usaha.A� Kala itu, izin usahanya belum keluar. Dianggap lokasi produksi tidak memenuhi standar.

“Waktu itu hambatan kami dalam pemasaran, masih home industri,a�? kenangnya.

Barulah pada tahun 2015, setelah dikeluarkan izin usaha status pemasarannya meningkat. Lewat pendekatan dan produk yang terkemas rapi dan menarik. Dan berdaya saing, produk olahannya merambah pusat oleh-oleh. Bahkan waktu itu, jumlah karyawannya ikut bertambah menjadi delapan orang.

Dengan sentuhan tangan dinginnya, a�?Sasak Maika�? menjadi cemilan yang digemari masyarakat. Barulah Oktober 2016, produk a�?Sasak Maika�? mulai dipasarkan di salah satu ritel modern Indomaret.

Saat dipasarkan di Indomaret, produk ini sudah tersebar di seluruh pusat oleh-oleh di Lombok. Sebut saja, Sasaku Market di Senggigi dan pusat oleh-oleh Blong di Praya Lombok Tengah.

a�?Nah di tahun 2016, karyawan saya juga nambah menjadi 12 orang. Sekarang, sudah 19 karyawan,a�? tuturnya.

Lalu kenapa belum dipasarkan di Alpamart? Suryani mengaku sebelumnya dirinya pernah mencoba memasarkan di Alpamart. Namun karena sistem pembayaran produk yang dianggap terlalu ribet, akhirnya dia memilih menyetop kerja sama itu.

a�?Pernah dulu sekali, tapi kurang lancar di pembayaran. Kami pernah masukkan delapan kali, tapi pembayaran lambat,a�? akunya.

Adapun produk hasil olahan andalan a�?Sasak Maika�? antara lain, tortila rumput laut, renggina rumput laut, abon tongkol, udang rebon, terasi udang rebon, dan kopi rumput laut. Semua bahan baku olahan itu didapatkan dari nelayan binaan yang diajak kerja sama.

Apa kesulitan berbisnis produk olahan cemilan? Suryani mengaku sebenarnya tidak ada kendala serius. Hanya merasa berat di bahan yang menjadi bumbu. Karena semua produk olahannya diberikan bumbu, ia cukup kelimpungan dengan harga sembako yang naik akhir-akhir ini. “Terutama cabai, mohon pemerintah bisa menekan,a�? harapnya.

Dari sekian produk olahan yang dipasarkan itu, Suryani mengaku memiliki omset perbulannya rata-rata Rp 75 juta. Tapi saat ramai liburan, bisa mencapai Rp 100 juta per bulan.

Saat ini, pemasaran produk a�?Sasak Maika�? tidak hanya lokal. Namun sudah sampai ke luar daerah. Hanya saja masih dipasarkan menggunakan sistem online. (M ZAINUDDIN)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost