Lombok Post
Metropolis

Dua Tahun Bisa Beli Motor dan Honda Jazz

SUKSES: Dion (dua kiri) berfoto bersama mahasiswa yang juga pelanggan ice Pasco miliknya. Ist

a�?Bila ingin sukses, pandai-pandailah mencari peluanga�?. Kalimat ini sangat tepat menggambarkan kisah Saharuddin alias Dion yang sukses meraih untung besar hanya dengan berjualan minuman Pasco di pinggir jalan. Berikut kisahnya.

***

SINAR matahari mulai menyengat kulit meski masih pagi hari. Debu-debu terlihat beterbangan bersama beragam kendaraan yang tengah berseliweran. Udara pun ikut terasa panas dan membuat gerah.

Di pinggir jalan, tepatnya di jalan Panjitilar Negara No 41 Kekalik Kijang. Sebuah gerobak kecil sedang nangkring di sebelah kiri jalan. Di belakang gerobak tersebut terdapat sebuah spanduk besar dengan tulisan a�?Pascoa�?.

Di sekitar tulisan tersebut dibumbui gambar aneka minuman menarik layaknya minuman di kafetaria. Namun itu bukanlah kafe. Itu hanya gerobak kecil pedagang kaki lima (PKL) pinggir jalan.

Membaca kata Pasco mengingatkan akan Mexico atau negara Meksiko. Sebuah negara di Amerika Utara. Hanya saja Pasco bukanlah bagian dari Meksiko.

Pasco merupakan singkatan dari Passion of Chocolate atau gairah coklat. Minuman sangat cocok bagi pecinta coklat. Sebab mengandung 100 persen coklat tanpa pemanis buatan.

Usaha Pasco terbilang masih jarang di Kota Mataram. Inilah salah satu alasan Dion membuka usaha ini. Namun bukan hanya itu, pria yang bernama lengkap Saharuddin tersebut memilih usaha ini karena sangat sederhana. Sebab ia tidak perlu repot harus meracik minuman tersebut.

“Tapi beda dengan capcin (Capucino cincau) loh,a�? ujarnya.

Dion hidup sederhana. Ia bersama keluarga hanya tinggal di sebuah warung yang tak begitu besar. Namun ia dan keluarga memiliki jiwa wirausaha yang tinggi.

Dion menuturkan, bisnis Pasco lebih menjanjikan dibanding dengan capcin. Sebab Pasco telah memiliki takaran yang diracik khusus pabrik dan tidak menggunakan pemanis buatan. Beda dengan capcin yang dapat diracik sendiri oleh penjual.

a�?Sehingga tidak dapat ditiru dan expirenya juga lama,a�? sambungnya.

Takaran khusus yang dimaksud Dion, setiap kemasan varian rasa terdapat keterangan bahan. Yakni susu sebesar 32 persen, gula 6 persen dan flavor powder sebesar 64 persen. Hal ini yang membuat rasa tidak berubah.

a�?Beda dengan racikan sendiri yang bisa membuat rasa berubah-ubah,a�? ungkapnya.

Berjualan Pasco memiliki keuntungan yang menjanjikan. Keuntungan yang didapatkan Dion bisa hingga 100 persen. Hal ini tergantung dengan kondisi ekonomi daerah tempat berjualan.

Satu cup Pasco bisa dijual beraneka harga sesuai dengan toping yang digunakan. Ia mencontohkan seperti penjualan Pasco yang ada di sebelah mal di Surabaya. Percupnya bisa dijual hingga Rp 16 ribu. Ketika dijual dalam kafe atau mal sendiri bisa mencapai Rp 25 ribu percup.

“Harga dari sana cuma 5 ribu per pieces tapi ongkos kirim kita bayar sendiri,a�? jelasnya.

Dapat dibayangkan jumlah keuntungan yang bisa diperoleh. Namun hal tersebut tak lantas membuat pria 40 tahun ini menjual dengan harga mahal.

Percup Pasco hanya di hargai Rp 8 ribu saja. Hal ini disesuaikan dengan lokasinya yang berada di lingkar anak sekolah dan kuliahan. “Harga mahasiswa lah,a�? ujarnya tersenyum.

Hal ini juga yang membuat Pasconya laris manis dan selalu diburu pembeli. Dalam sehari, ia bisa menjual minimal 50 cup Pasco. Entah itu saat mendung bahkan hingga tengah malam.

“Masih ada yang nyari biar sudah tengah malam,a�? akunya.

Dion menjual 10 varian Pasco. Yakni crazy chocolate, vanilla eskimo, police mocca, grape zombie, green potion, koki cookies, coffee mexico, magic strawberry, dark chocolate, dan coffee sumatra.

Ia melanjutkan, ia memulai usaha jualan Pasco dengan modal awal Rp 15 juta. Semua sudah termasuk dengan peralatan jualan seperti gerobak, blender, dan lainnya.

Setelah tiga bulan berjalan, modal tersebut sudah kembali lagi. Bahkan keuntungan dari berjualan Pasco tersebut membuatnya bisa membeli satu unit sepeda motor dan mobil Honda Jazz.

a�?Saya sudah berjualan ini selama dua tahun lebih, dan keuntungannya sudah bisa buat beli motor dan juga mobil itu,a�? katanya sambil menunjuk sebuah mobil Honda Jazz biru yang parkir tak jauh dari gerobaknya.

Ia menegaskan, melihat peluang sangat penting saat ingin membuka sebuah usaha. Meski sederhana, namun bisa berkelanjutan dan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi ekonomi keluarga. (FERIAL AYU/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post