Lombok Post
Metropolis

Gubernur Keluarkan Instruksi

Inspektur Inspektorat Provinsi NTB Ibnu Salim SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Gubernur NTB mengeluarkan surat instruksi untuk menagih kerugian negara yang belum dikembalikan para pegawai dan kontraktor.

Surat tersebut bertujuan agar pengembalian uang negara dipercepat. Selain itu, juga mengatur sanksi administrasi bagi mereka yang belum mengembalikan uang negara.

Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim menjelaskan, dalam surat surat nomor 700/INSP/2007 itu diatur, apabila pegawai belum mengembalikan uang negara, maka mereka tidak akan mendapatkan hak-haknya.

Seperti saat ujian kenaikan pangkat, usulan kenaikan gaji berkala, usulan infassing ke jabatan fungsional.

Selain itu tidak bisa mengikuti diklat struktural, izin belajar di dalam maupun di luar negeri, mengikuti seleksi jabatan pengawas, administrator dan jabatan pimpinan tinggi, tidak diberikan untuk mengajukan permohonan pindah antar instansi pemerintah.

a�?Ini sanksi yang akan diterima bila mereka belum melunasi kerugian negara,a�? katanya.

Untuk itu, ia berharap para pegawai yang masih tercatat memiliki tunggakan pengembalian kerugian negara segera menyelesaikan kewajibannya.

Di sisi lain, petugas juga terus melakukan penagihan agar mereka segera membayar. Jika tidak menyetor juga, maka pihaknya akan menyerahkan kuasa pada kejaksaan untuk menagih.

Ibnu menyebutkan, dalam dua bulan terakhir, Januari hingga Februari jumlah kerugian negara yang barhasil ditagih secara reguler mencapai Rp 500 juta lebih.

Baik dari pihak ketiga atau kontraktor maupun PNS. Dengan tambahan ini, maka angka sisa kerugian yang belum tertagih berubah dari Rp 18 miliar menjadi Rp 17,5 miliar.

a�?Sekarang juga sedang proses penagihan,a�? ujarnya.

Ia berharap, semua uang negara yang masih mengendap tersebut bisa segera kembali agar digunakan untuk pembangunan. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost