Lombok Post
Kriminal

Polisi Libatkan Saksi Ahli

DIGEREBEK POLISI: Tempat produksi makanan ringan di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat yang digerebek polisi, belum lama ini. Dugaannya proses produksi yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Polisi terus memperdalam dugaan pelanggaran usaha produksi makanan ringan, yang dilakukan ZM (inisial, Red) di Desa Selat, Narmada Lombok Barat (Lobar). Rencananya penyidik kepolisian akan melibatkan saksi ahli dari intansi terkait.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Boyke Karel Wattimena mengatakan, pemeriksaan ahli sebagai tindak lanjut penyegelan rumah produksi makanan ringan milik ZM. Di mana sejak 2016 lalu, UD NS miliknya telah berproduksi namun hanya mengantongi SIUP dari BPMP2T Lombok Barat (Lobar).

a�?Ahlinya dari Dinas Kesehatan, Disperindag, dan Balai POM,a�? kata Boyke, kemarin (2/3).

Meski telah melakukan penyegelan untuk rumah produksi UD NS, namun polisi tak ingin terburu-buru A�menetapkan tersangka. Boyke mengatakan, tersangka akan ditetapkan setelah merampungkan pemeriksaan ahli dan pemilik usaha.

a�?Pemeriksaan ahli juga upaya untuk penetapan tersangka. Kalau semua rampung, baru bisa ada tersangka,a�? ujar dia.

Lebih lanjut, tersangka dalam aksi dugaan pelanggaran produksi makanan ringan ini nantinya akan dijerat dengan Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 140 Jo Pasal 86 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Sedikit mengulas, rumah produksi makanan ringan di Desa Selat ini A�diduga melanggar aturan. Pemilik usaha, yakni ZM, diduga tidak mengantongi izin sesuai ketentuan. Bukan itu saja, dalam proses produksinya UD NS diduga memproduksi makanan ringan dengan komposisi bahan yang berlebihan. Sehingga jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dianggap membahayakan kesehatan. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost