Lombok Post
Pendidikan

Revitalisasi SMK Segera Dilakukan

UJI SKILL: Siswa SMKPPN Mataram jurusan agri bisnis pengolahan pangan saat melaksanakan UKK di sekolah setempat. Rojai/Lombok Post

MATARAM – Lulusan SMK menjadi sorotan pendidikan NTB. Hajatan SMK menciptakan lulusan siap kerja melenceng dari apa yang diharapkan. SMK malah dianggap menjadi penyumbang pengangguran di NTB.

Kondisi ini ditengarai karena tidak konsistennya SMK membuka paket keahlian.

a�?Ini yang akan kita revitalisasi,a�? kata Kadis Dikbud NTB H Muhammad Suruji, Rabu (1/3).

Paket keahlian dibuka SMK tidak fokus dibidangnya. Ia mencontohkan, SMK kelompok teknologi membuka pertanian. Begitu juga dengan SMK kelompok kesehatan membuka industri.

a�?Ini kan kadang tidak nyambung. Gurunya bercampur,a�? ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, Dikbud NTB telah melakukan sosialisasi pemetaan bidang keahlian dan program keahlian SMK Negeri.

“Tapi ini kata dia, belum final. Ini sudah ada kesepakatan dengan kasek dan MKKS,a�? sambungnya.

Menjelang PDDB mendatang, keputusan final tentang peta pengembangan SMK dengan pembagian paket keahlian dan program keahlian sudah diplenokan. Tidak ada lagi SMK membuka paket keahlian seperti nasi campur.

a�?Paket keahlian di SMK ini harus sesuai dengan kelompok teknologi yang dikembangkan,a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, terkait dengan adanya revitalisasi maka akan ada paket keahlian yang ditutup.

SMK yang membuka paket keahlian bercampur ini akan menginduk di sekolah lain yang sudah maju.

“Dengan begitu akan lebih meningkatkan mutu. KarenaA� fokus mengembangkan bidang tertentu,” ucapnya.

Konsep revitalisasi ini, sambung Suruji, didesain mirip sekolah rujukan. Artinya sekolah yang membuka paket keahlian dengan mutu yang bagus nantinya akan menjadi contoh. SMK lain bisa berkunjung ke sini untuk mengadopsi seperti apa proses pembelajaran pada paket keahlian tersebut.

a�?SDM harus dibagi-bagi,a�? sebut dia.

Ditambahkan, mempersempit gerak SMK untuk membuka paket keahlian jika tidak memenuhi persyaratan. Ini harus ketat agar tidak melahirkan lulusan yang nantinya asal-asalan.

“Paket keahlian ini harus ditunjang dengan SDM dan fasilitas yang lengkap. Sehingga melahirkan lulusan yang siap pakai,” tukasnya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost