Lombok Post
Selong

Mukti Ali Ingin Bebaskan Tanjung Luar Dari Krisis Air Bersih

Kepala Desa Tanjung Luar Mukti Ali. TONI/LOMBOK POST

Warga Desa Tanjung Luar antusias menyambut Mukti Ali Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades lalu. Kehadiran Kades ini diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Luar.

***

SUASANA pasar tempat penjualan ikan di Tanjung Luar lebih ramai dari biasanya. Sejumlah mobil dan motor nampak terparkir di arealA� pasar. Bau ikan yang menusuk hidung seolah tak dihiraukan sejumlah warga yang telah berdandan rapi menghadiri acara penyambutan dan syukuran Kepala Desa Tanjung Luar yang terpilih dalam Pilkades serentak 2016 lalu.

Sebagai Mukti Ali kepala desa yang baru sejumlah program telah disiapkan untuk mewujudkan apa yang digagasnya selama kampanye lalu.

A�a�?Ada tiga fokus saya nanti untuk membangun Tanjung Luar. Pertama yakni memperbaiki sistem birokrasi desa, mengatasi masalah krisis air bersih,A� serta memaksimalkan potensi para nelayan yang menjadi mata pencaharian sebagian besar warga desa,a�? kata dia kepada Lombok Post.

Mukti Ali menilai, persoalan membangun desa harus dimulai dari reformasi birokasi yang baik. Jika birokrasi pemrintahan sudah baik, apapun program yang disiapkan akan berjalan lancar.

Kemudian, untuk krisis air bersih ini dikatakan nya menjadi persoalan yang dihadapi warga selama puluhan tahun. Baik ketika musim hujan maupun saat musim kering datang. Untuk minum, warga terpaksa harus membeli.

a�?Saking keringnya, untuk mandi pun warga harus beli air. Ini yang membuat saya prihatin karena belum pernah ada solusinya,a�? kata dia.

Untuk itu, Mukti Ali bertekad selama masa kepemimpinannya akan memperjuangkan air bersih ke Tanjung Luar. Apalagi, tahun 2017 nanti, PDAM siap membangun saluran pipa air minum ke wilayah Lotim bagian selatan bersumber dari air DAM Pandanduri.

Sementara untuk pemberdayaan para nelayan, Kades memiliki cita-cita agar ikan hasil tangkapan para nelayan tak hanya langsung dijual begitu saja di pasar. Ikan-ikan ini diinginkannya bisa diolah menjadi produk yang lebih memiliki nilai harga jual.

a�?Ini yang belum pernah dilakukan. Bagaimana ikan ini dikelola agar nilai ekonomisnya lebih tinggi. Karena potensi ini sangat besar di Tanjung Luar,a�? terangnya.

Para nelayan selama ini selalu berada di tataran ekonomi lemah, padahal mereka merupakan pekerja keras dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Untuk itu, pemberdayaan para nelayan dengan meningkatkan keterampilan menjadi satu-satunya upaya untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat Tanjung Luar. (HAMDANI WATHONI/r2)

 

Berita Lainnya

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost

RT BERIMAN Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas

Redaksi LombokPost

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost