Lombok Post
Kriminal

Komandan Kapal Polair Terancam Sanksi

KOMBES POL EDWIN RACHMAT ADIKUSUMO. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kecelakaan kapal milik Polisi Perairan (Polair) dengan sampan penumpang (public boat) di perairan Tiga Gili Lombok Utara, dipastikan karena human error. Namun Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda NTB belum dapat memastikan siapa pihak yang lalai.
Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Hanya saja, dia dapat memastikan jika ada kelalaian dari kapal polair dan public boat, yang mengakibatkan kecelakaan di perairan tersebut.
a�?Kalau musibah begini, pasti ada kelalaian dari kedua belah pihak,a�? kata Edwin, kemarin (6/3).
Untuk penyelidikan kasus itu, pihaknya akan berpedoman pada peraturan pencegahan tubrukan di laut (P2TL). Di sana, lanjut dia, akan menentukan pelanggaran apa saja yang telah dilakukan kapal Polair dan public boat.
a�?Itu hukumnya di sana, aturannya di sana, jadi kita berpedoman lewat P2TL itu,a�? ujar dia.
Menurut Edwin, musibah di laut sulit untuk dihindari. Namun pihaknya tidak akan menutup mata jika kelalaian bersumber dari kapal Polair. Apalagi dari laporan singkat yang ia terima, kondisi laut saat itu tenang, cuaca pun terlihat bagus.
a�?Visual juga kelihatan, bisa jadi karena saking nyamannya, akhirnya jadi laka laut,a�? katanya.
Lebih lanjut, Edwin mengatakan telah melakukan rapat internal membahas penyebab terjadinya laka laut ini. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap komandan kapal polair dengan nomor KP.XXI-2012.
Jika terbukti kelalaian berawal dari kapal polair, pihaknya memastikan komandan kapal akan terkena sanksi. a�?Kita lihat prosesnya sebelum terjadi laka. Kalau terbukti lalai dari komandan kapal, akan ada sidang disiplin dan dia kita copot,a�? tegas Edwin.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam laka tersebut, guna mengantisipasi kejadian serupa. Begitu juga dengan sanksi yang akan diberikan. Tujuannya untuk memastikan setiap personel Polair bisa tetap waspada dan mematuhi aturan dalam bekerja.
a�?Semua tugas berisiko, sanksi itu juga merupakan risiko dari kelalaian dalam bertugas,a�? ujar dia.
Diketahui, sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu (5/3), terjadi tubrukan antara KM Pasir Putih yang berlayar dari Bangsal ke Gili Trawangan Lombok Utara dengan kapal polair di perairan antara Gili Air dan Gili Meno.
Akibat peristiwa tersebut, beberapa penumpang mengalami luka dan langsung di bawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk dirawat. Beberapa penumpang lain yang luka, di bawa ke Puskesmas Pemenang.
Sedikitnya, ada empat orang yang mengalami luka-luka yakni Lalu Gede Aria, asal Kebon Roek, Ampenan mengalami patah tulang, Sugiyanto asal Tembobor, Tanjung mengalami luka di kepala, Faturrahman asal Swakarsa, Kekalik mengalami luka lecet di tangan kiri, dan Ariman asal Dusun Ranjok, Gunung Sari mengalami luka lecet di kaki dan keseleo.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Polres Loteng “Ganyang” Pedagang Miras

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost