Lombok Post
Politika

Tak Cukup dengan Hanya Modal Berani

Komite III DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi.Dewi/Lombok Post

MATARAM – Kehadiran tokoh perempuan di Pilgub NTB 2018 hingga kini belum jelas. Meski banyaknya dorongan masyarakat menginginkan kaum perempuan turut andil, namun tak cukup membuat mereka menyatakan diri siap maju di Pilgub NTB 2018.

Komite III DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, kemunculan sejumlah figur yang akan maju di Pilgub NTB 2018 memiliki kekuatan yang hampir sama. Tanpa terkecuali tokoh perempuan. Namun, untuk maju tidak cukup hanya keberanian semata. Figur perempuan juga harus dapat mengukur diri serta seberapa besar peluangnya didukung partai politik.

a�?Partainya apa, diusung oleh siapa, dan bagaimana hasil survei, meski hasilnya tinggi juga ahrus ada dukungan kan,a�? katanya, kemarin (6/3).

Bahkan, jika dirinya diminta maju pun ia mengaku tidak takut. Tetapi kembali lagi, ia harus mengukur kemampuan dirinya. Meski disisi lain sejumlah partai politik menginginkan ia maju dan hasil survei menunjukkan adanya peningkatan. a�?Kembali lagi, saya harus mengukur diri,a�? ungkapnya.

Menyinggung seberapa lama waktu yang dibutuhkan olehnya untuk mengukur diri, Diyah katakan akan menunggu tokoh perempuan yang lebih hebat untuk maju lebih dulu.

a�?Kalau tidak ada, saya yang akan bilang oke saya yang maju,a�? selorohnya.

Menurutnya, menjadi pimpinan suatu daerah harus rutin bertemu dengan masyarakat. Ia menilai sejauh ini hampir sebagian besar kepala daerah, baik bupati/wali kota sangat jarang bertemu dengan masyarakat. Itu terlihat dari seberapa cepat mereka melalui SKPD merespons permasalahan yang akan disampaikan DPD RI ketika menggelar rapat di kementerian.

a�?Saya tanya SKPD juga susah, tanya kapan dijawabnya kapan,a�? kata Ketua DPD IWAPI NTB itu. a�?Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, DPD RI sebagai wakil rakyat ketika saya tanya maka mereka harus sigap,a�? tambahnya.

Artinya, sebagai wakil rakyat kepada kepemimpinan ke depan, pemimpin bersama jajaran SKPD ke bawah harus lebih sigap ketika wakil rakyat membutuhkan segala sesuatu saat berhadapan dengan kementerian.

a�?Pimpinan ke depan tidak boleh untuk tidak respons kepada wakil rakyat, apalagi jumlah anggota DPD RI ada 4 dan DPR RI ada 10 dari NTB maka harus komunikatif,a�? terangnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost