Lombok Post
Praya

BPPD Bangun Pos Pemadam di Kopang dan Pujut

PETUGAS DAMKAR: Aktivitas para petugas Damkar BPBD Lombok Tengah beberapa hari lalu. dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng), menargetkan bisa membangun pos pemadam kebakaran (Damkar) di Kopang dan Pujut tahun ini. Jika telah siap setiap pos akan dilengkapi satu unit mobil Damkar dan patugasnya.

a�?Kalau di wilayah Praya, sudah terpadu di kantor BPBD,a�? kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Loteng Chairil Ishak pada Lombok Post, kemarin (7/3).

Tujuan pembangunan pos di dua lokasi itu, tekan Chairil untuk mempercepat penanggulanganA� kebakaran di wilayah utara dan selatan. Selama ini, penanganannya lamban, karena faktor jarak tempuh yang relatif jauh. Idealnya, per 20 kilometer (km) atau per kecamatan, terdapat satu pos pemadam.

Hanya saja, menurut Chairil hal itu membutuhkan proses panjang. Karena, saat ini saja jumlah mobil Damkar baru tujuh unit. Itu pun, dua diantaranya tidak bisa digunakan, lantaran faktor usia kendaraan. Kendati demikian, pihaknya akan mencari terobosan lain, guna mengejar target ideal. a�?Insya Allah, pelan-pelan tapi pasti,a�? katanya.

Lebih lanjut, pihaknya saat ini tengah melakukan penataan kepegawaian di internal, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer. Tujuannya, untuk mengetahui kekuatan yang dimiliki BPBD. Karena mereka menjadi garda terdepan, dalam setiap bencana yang terjadi, seperti kebakaran, longsor, banjir atau tsunami.

Peta wilayah rawan bencana, diakuinya sudah tertera di kantor BPBD. Para petugas BPBD pun wajib tahu dan siap siaga. Khususnya, petugas Damkar. a�?Untuk petugas Damkar, jumlahnya 56 orang. Secara bergiliran, mereka piket 20 orang per harinya,a�? kata Chairil.

Itu artinya, tambah Chairil mereka bekerja 24 jam. Mereka juga tidak mengenal hari libur, hari minggu atau hari besar keagamaan dan libur nasional pun tetap masuk kerja. Untuk itu, ia mengingatkan kepada petugas piket, agar langsung turun ke lokasi bencana, tidak boleh menunda-nunda, dengan alasan apa pun.

a�?Saya sudah ingatkan kepada mereka, kalau waktu piket, harus ada yang tidur dan ada pula yang bangun. Begitu seterusnya,a�? ujar mantan Kabid Penanaman Modal Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) tersebut.

Dengan begitu, katanya masyarakat dimudahkan untuk menghubungi petugas BPBD, baik melalui saluran telepon, atau mendatangi langsung kantor BPBD. Jika tidak mampu, maka dipersilahkan menghubungi aparatur pemerintah desa/kelurahan masing-masing.

a�?Pekerjaan yang dijalankan petugas Damkar ini penuh risiko. Sehingga, kita berusaha memperhatikan kesejahteraannya,a�? kata Sekda HM Nursiah.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost