Lombok Post
Giri Menang

DBD Kembali Mengancam

BERANTAS NYAMUK: Petugas Dikes Lobar melakukan fogging di RT 03 Perumda Utara, Gerung belum lama ini. Fogging dilakukan untuk memberantas jentik nyamuk demam berdarah,kemarin (7/3).

GIRI MENANG – Demam Berdarah Dangue (DBD) kembali mengancam warga Lombok Barat (Lobar). Jumlah penderitanya sejak awal tahun 2017 mengalami peningkatan.

Selama kurun waktu dua bulan terakhir, ada sekitar 75 orang penderita DBD yang menjalani perawatan di RSUD Tripat, Gerung. Penderitanya dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua.

Tercatat, pada bulan Januari rumah skit plat merah itu menangani pasien 54 orang. Rinciannya 28 laki-laki dan 26 orang perempuan. Sementara pada bulan Februari berjumlah 21 orang, 11 diantaranya laki-laki dan 10 perempuan.

Dengan cakupan wilayah pasien terjangkit tersebar di Kuripan, Kediri, Sekotong, Gerung, dan Lembar. “Pasien balita tidak ada,a�? terang Kabid Pelayanan RSUDA�Tripat Gerung, dr H Ahmad TaufiqA�Fathoni, kemarin (7/3).

Untungnya, dari jumlah kasus tersebut, belum ada korban jiwa. Pihak rumah sakit terus memberikan pelayanan terbaik. “Sejauh ini tidak ada,a�? tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dikes Lobar H Sahnan Rahman Putra mengakui kasus DBD di Lombok Barat tiga tahun terakhir ada tren peningkatan. Dikatakan, sejak tahun 2015 hingga 2017, jumlah pasien yang terkena penyakit tersebut terus bertambah. “Dari 2015 sampai 2016 terjadi pengikatan kasus,a�? ujarnya.

Peningkatan penderita itu disebabkan anomali cuaca yang terajadi beberapa bulan terakhir. Perubahan cuaca yang tak menentu memicu berkembangbiaknya nyamuk Aedis Aegypti.

“Terjadi hujan panas, hujan panas itu memicu perkambangbiakan nyamuk (Aedis Aegypti),a�? jelasnya.

Selain itu, lanjut Sahnan, masyarakat belum terlalu paham betul tentang penyakit ini. Masyarakat masih menganggap dengan adanya fogging, DBD sudah tertasi. “Padahal yang perlu dilakukan itu adalah Pemberantasan Sarang Naymuk (PSN),a�? jelasnya.

Meski jumlah penderita DBD di Lobar meningkat, namun pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). “Belum KLB. Status KLB itu bisa ditetapkan apabila terjadi kejadian serentak dalam satu wilayah,a�? katanya.

Untuk memberantas meningkatnya kasus DBD, Dikes Lobar telah melakukan berbagai upaya, antara lain meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar berperilaku hidup sehat. Serta pengasapan di kawasan rawan DBD. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost