Lombok Post
Headline Sumbawa

FK2D Khawatir Dana Desa Molor

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Lukmanul Hakim. FARUK/RADAR SUMBAWA

TALIWANGa��Lambannya penyerahan laporangan keterangan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana desa (DD) tahun 2016 lalu akan berimbas pada molornya pencairan dana desa tahap pertama dari pemerintah pusat. A�Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Lukmanul Hakim tidak menampik sejumlah desa saat ini mengaku khawatir tentang hal tersebut.

Lambannya penyelesaian dan penyerahan LPJ dana desa tahun 2016 oleh sejumlah desa akan berimbas cukup signifikan. Terutama pencairan dana desa dari pemerintah pusat.

a�?a��Ada kekhawatiran memang terkait hal ini. Karena hanya gara-gara sejumlah desa yang tidak menyerahkan LPJ, desa-desa lain akan menerima imbas,a��a�� katanya kepada wartawan di kantor Setda KSB, Rabu (8/3).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Seloto ini mengaku, LPJ dana desa tahun 2016 menjadi acuan pemerintah pusat untuk mentransfer dana desa tahun 2017. Karenanya, dia juga tidak menampik, kekhawatiran itu masih menghantui sebagian besar desa. Terutama desa yang telah menyerahkan LPJ tahun 2016.

a�?a��Realisasi dana desa tahun sebelumnya akan menjadi acuan pemerintah pusat mentransfer dana desa di tahun berikutnya. Kalau ini terus dibiarkan molor, kita khawatir akan berimbas pada sejumlah hal penting,a��a�� katanya.

Sesuai aturan, transfer dana desa ke pemerintah daerah dilakukan secara gelondongan. Dana desa yang diterima itu tidak langsung masuk ke rekening desa, sebaliknya dana itu dikirim langsung ke rekening kabupaten. Setelah itu, kabupaten akan mentransfer dana tersebut ke rekening desa, sesuai dengan besaran yang telah ditentukan.

a�?a��Dana desa itu dikirim secara komulatif. Nanti pemerintah kabupaten yang membagikan langsung ke rekening desa. Demikian juga pelaporannya, harus diserahkan secara komulatif ke kabupaten, kemudian dilaporkan ke pemerintah pusat,a��a�� tandasnya.

Lukmanul Hakim tidak menampik, masih ada kesempatan menyelesaikan LPJ. Maret ini merupakan batas terakhir yang diberikan pemerintah pusat. Dari hasil konsultasi yang dilakukan FK2D sendiri, saat ini sudah ada beberapa desa yang telah menyerahkan laporan tersebut.

a�?a��Tadi kami sudah konsultasikan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Sudah ada beberapa desa yang menyerahkan LPJ. Bahkan informasinya, akan ada beberapa desa lagi yang menyusul,a��a�� jelasnya.

FK2D berharap, desa yang belum menyerahkan LPJ DD tahun 2016 segera memanfaatkan sisa waktu yang diberikan pemerintah pusat. Apalagi, proses LPJ ini nantinya akan dievaluasi kembali, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pusat.

a�?a��Sejauh ini tinggal lima desa yang belum. Desa yang belum ini sudah menginformasikan secepatnya akan menyelesaikan laporan itu. Kita harap bisa dipercepat, karena nanti pasti akan ada evaluasi, perbaikan lagi sebelum dilanjutkan ke pemerintah pusat,a��a�� sebutnya.

Seperti diketahui, desa di KSB terancam tidak akan menerima transfer dana desa tahap pertama tahun 2017, jika tidak segera menyelesaikan LPJ hingga akhir Maret ini. Jika hal tersebut terjadi, Lukmanul Hakim khawatir banyak program desa, terutama yang dibiayai dari dana desa tidak bisa terealisasi dengan baik.

a�?a��Kita juga mendorong teman-teman kades yang belum menyelesaikan LPJ untuk segera menuntaskan kewajibannya itu. Ini penting, agar tidak ada imbas yang diterima desa lain,a��a�� harapnya.

Dia juga tidak menampik, rata-rata desa yang belum menyelesaikan LPJ adalah desa yang baru menyelesaikan pilkades. Proses transisi dari kades lama ke kades baru memberikan dampak langsung terhadap masalah ini.

a�?a��Inilah yang kita dorong supaya kades lama dan kades baru selalu membangun komunikasi. Terutama kaitannya dengan LPJ dana desa tahun 2016,a��a�� pungkasnya. (far/r4)

 

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost