Lombok Post
Sportivo

Tak Latihan Sehari, Tak Bisa Tidur Semalaman

LATIHAN: Atlet panjat tebing Nurul Iqamah latihan di Arena Panjat Tebing Gelanggang Pemuda, Mataram, kemarin (8/3). HARLI/LOMBOK POST

Kebiasaan atlet panjang tebing Nurul Iqamah sedikit aneh. Peraih medali perunggu PON XIX/2016 Jawa Barat itu bahkan mengaku heran dengan dirinya sendiri.

***

Memasuki Gelanggang Pemuda Kota Mataram, mata pengunjung akan disambut arena panjat tebing. Ada yang ukuran besar, ada pula yang kecil. Khusus arena panjat tebing berukuran kecil, diperuntukan bagi para pemula atau biasa dikenal dengan nomor Border.

Sejenak meninggalkan arena panjat tebing kecil, di arena panjat tebing nan tinggi, perempuan berjilbab sedang serius memanjat. Sementara, lima orang rekannya hanya mengambil sambil menghembus candaan.

Ya, itu dia Nurul Iqamah. Atlet yang memakai kerudung. Sesekali atlet asal Kota Bima itu mencoba memanjat, sedang rekan-rekannya memberikan semangat. a�?Ayo semangat Iqamah,a�? cetus salah seorang rekannya memberikan dukungan.

a�?Beginilah suasana kami latihan disini pak,a�? kata Nurul Iqamah sambil senyum usai latihan.

Iqamah bercerita, setelah libur dari PON Jabar, beberapa hari kemudian dia langsung latihan. Selama libur, dia hanya menghabiskan waktu di rumah.

Saat libur itu dia merasakan hal yang berbeda pada dirinya. a�?Kalau libur seperti ada yang kurang,A�mas. Kurangnya itu rindu ingin latihan,a�? ujarnya.

Sejak masih SMP, dirinya rajin memanjat. Jadi, memanjat itu sudah menjadi bagian dari aktivitas rutin setiap hari. a�?Rasanya kalau tidak manjat itu kurang lengkap. Tak manjat (latihan) sehari jadi kepikiran semalaman. Jadi,A�gakA�bisa tidur. Itu anehnya saya,a�? katanya sambil senyum sumringah.

Gadis kelahiran 6 Mei 1995 itu mengatakan, semenjak masuk Pelatda Mayung 2017, dia semakin giat berlatih. a�?Kalau pagi saya latihan fisik dan beban. Kalau sore latihannya di sini (Gelanggang Pemuda, red),a�? jelasnya.

Nurul mengatakan, jari-jari ini sudah terbiasa dengan memanjat. Untuk bisa meregangkan, dia harus mengelus-elus jarinya.

A�a�?Jadi harus saya manjat itu baru bisa terobati. Kalau manjat pagi atau sorenya, kalau malam pasti cepat tidurnya,a�?bebernya. (SUHARLI, Mataram/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post