Lombok Post
Metropolis

70 Desa Beradu Inovasi

DESA INOVATIF: Kepala Dinas PMPD-Dukcapil NTB Rusman (kanan) memberikan keterangan pers di kantornya, kemarin (9/3). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Guna mendorong peran aktif masyarakat desa dalam pembangunan, Pemprov NTB menggelar Festival Desa Inovatif, yang akan berlangsung 30-31 Maret mendatang. Puncaknya direncanakan berlangsung di Taman Budaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD-Dukcapil) NTB H Rusman mengatakan, festival ini merupakan ajang pertukaran pengetahuan dan inovasi yang tumbuh dari desa-desa di NTB.

Festival diharapkan menjadi model pengelolaan serta pertukaran pengetahuan dan inovasi guna mendorong kemajuan pembangunan di desa.

a�?Menuju NTB sebagai destinasi wisata pengetahuan dan inovasi,a�? katanya dalam keterangan persnya, kemarin (9/3).

Dijelaskan, festival desa inovatif lahir dari hasil diagnosa yang dilakukan para pelaku program Generasi Sehat dan Cerdas di beberapa wilayah di NTB.

Berdasarkan diagnosa, ternyata banyak ditemukan kegiatan-kegialan inovatif yang dilakukan atas inisistif masyarakat, termasuk pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten. Terutama inovasi dalam mengembangkan Pelayanan Sosial Dasar (PSD) pendidikan dan kesehatan.

Ia menyebutkan, festival ini diikuti tujuh kabupaten di NTB, kecuali Kabupaten Bima. Sebab hingga akhir pendaftaran Bima belum merespons program tersebut.

Masing-masing daerah hanya bisa mengirimkan tiga sampai 10 program inovasi desa. Artinya, jumlah peserta sekitar 70 inovasi desa dari tujuh kabupaten.

Bidang yang dilombakan hanya kesehatan dan pendidikan. Hal ini disebabkan pihaknya ingin lebih fokus. Meski demikian, ia tidak menafikan bahwa banyak inovasi yang dilakukan masyarakat desa dalam bidang lainnya seperti pariwisata, pertanian dan sebagainya.

Tetapi untuk tahun ini akan dicoba pada pelayanan dasar terlebih dahulu.a�?Ke depan mungkin akan kita kembangkan pada bidang lainnya,a�? kata

Meski, kegiatan-kegintan seperti pendidikan dan kesehatan sudah diketahui banyak orang, tapi karena belum dikelola dengan baik sehingga festival ini mendorong kreativitas masyarakat untuk menyuskseskannya. a�?Kita mendorong yang belum maksimal itu lebih sukses,a�? katanya.

Tahapan festival terdiri dari identifikasi, validasi, dokumentasi, serta penyebarluasan melalui berbagai forum dan media dengan harapan dapat diketahui masyarakat luas. Kemudian diadopsi atau direplikasi oleh desa-desa lain yang membutuhkannya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost