Lombok Post
Sportivo

Auba Menebus Dosa

BAYAR KEGAGALAN: Striker Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang menebus kegagalan pada leg pertama kontra Benfica dengan hattrick-nya, kemarin (9/3). Bernd Thissen / dpa / AFP

DORTMUND a�� Pierre-Emerick Aubameyang bak seorang pecundang di Lisbon 22 hari yang lalu. Pada saat itu Auba tidak mampu menciptakan gol dari tiga kali tembakannya ke gawang Ederson Moraes. Di laga itu juga Auba gagal mengeksekusi penalti. Andai itu tidak terjadi, mungkin Borussia Dortmund tak akan menelan kekalahan 0-1 atas Benfica di Estadio Da Luz, Lisbon.

Dan, pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Kamis dini hari kemarin WIB (9/3) Auba menebusnya dengan sempurna di Signal Iduna Park, Dortmund. ”Setelah laga di Lisbon saya berkata ke Auba, kamu harus jadi penentu pada leg kedua nanti. Dan dia mampu melakukannya malam ini (Kamis dini hari kemarin WIB),” kata Direktur Olahraga Dotmund, Michael Zorc dikutip Daily Mail.

Auba menebusnya dengan mengukir hattrick. Ketiga gol Pemain Terbaik Afrika 2015 itu terjadi masing-masing pada menit ke-4, 61, dan 85. Ditambah dengan gol Christian Pulisic pada menit 59, Die Borussen a�� julukan Dortmund a�� menggilas Benfica dengan empat gol tanpa balas. Sekaligus membalik keadaan jadi 4-1 gol agregatnya dan lolos ke perempat final.

Bagi Auba ini jadi hattrick keduanya selama memperkuat Dortmund di Eropa. Hattrick pertama penyerang berusia 27 tahun tersebut terjadi di Europa League. Tepatnya pada laga melawan FK Qabala di fase grup Europa League 2015-2016. Auba pun jadi pemain Afrika kelima yang mencetak hattrick di Liga Champions.

Didier Drogba, Samuel Eto’o, Yacine Brahimi, dan Yakubu Aiyegbeni adalah empat bomber dari Afrika sebelum Auba yang mencetak hattrick di Liga Champions. Auba jadi man of the match di dalam laga ini. Bukan hanya dengan tiga golnya itu, juga dengan efektivitasnya. Dengan hanya melakukan 25 sentuhan, Auba mencetak tiga gol dari empat kali tembakan tepat sasarannya.

Bahkan, gol pertamanya itu datang dari tembakan tepat sasaran pertamanya. Pemain yang sudah mencetak 28 gol dari 30 kali penampilan bersama Dortmund musim ini tersebut mengakui bahwa sejak awal dia dan rekan setimnya diminta untuk menekan pertahanan Benfica sejak awal. ”Karena penting di dalam posisi kami ini untuk mengawali laga dengan bagus dan mencetak gol lebih dini,” tutur striker 55 caps di timnas Gabon itu.

Walaupun, hanya gol Auba yang menandai kegilaan Marcel Schmelzer dkk pada babak pertama. Sekitar 54 persen, atau tujuh kali upaya Dortmund lebih banyak terjadi pada babak kedua. Itu termasuk tiga gol Dortmund. ”Kami agresif, tapi kemudian kami mulai berpikir bahwa gol terjadi dengan sendiri. Di jeda babak pertama, kami membicarakannya dan berpikir kami butuh kerja lebih,” tutur striker yang dikaruniai dua anak itu.

Auba kerap memberi sesuatu yang berharga pada putra pertamanya Curtys Aubameyang dalam setiap momen di Liga Champions. Seperti saat Curtys mendapatkan kaos Cristiano Ronaldo, pada laga Liga Champions, September lalu. ”Tiga gol dan bola ini saya dedikasikan untuk anak saya,” ungkapnya sambil memegang bola pertandingan malam itu.

Tiga gol kemarin hanya satu bagian dari spektakulernya Auba setelah paceklik gol dalam empat laga sepanjang bulan Februari lalu. Sejak mencetak gol ke gawang RB Leipzig pada 5 Februari, striker pencetak gol terbanyak Dortmund musim ini tersebut mandul dalam dua laga Bundesliga, satu laganya di DFB Pokal, dan laga di Lisbon.

”Auba punya tugas itu dan dia sudahA� mampu menuntaskannya dengan baik. Sangat penting baginya menciptakan dua gol dalam dua laganya di Bundesliga (untuk mengembalikan feeling-nya, Red),” puji Tuchel.

”Anda tidak perlu menjadi seorang ilmuwan untuk bisa melakukannya. Sebagai seorang striker, tugasnya hanya untuk mencetak gol. Begitu Anda menunjukkan penampilan seperti di Lisbon, di mana Anda kehilangan segala daya. Ini semua tentang upaya rekan setim Anda untuk membantu Anda keluar dari kondisi ini. Dan, lihat saja ini tadi,” lanjut pelatih yang masuk dalam daftar bidikan Arsenal itu.

Dilansir SAPO Desporto, nahkoda Benfica Rui Vitoria menyebut peran Auba menentukan hasil akhir laga ini cukup krusial. Terutama bagaimana Auba merusak mental anak asuhnya. ”Terutama lewat golnya pada menit-menit awal, itu momen paling menentukan. Tentu, setelah itu kami tidak bisa untuk kembali ke performa yang kami inginkan,” keluhnya. (ren/jpg/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post