Lombok Post
Pendidikan

BKKBN Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Hidup

SOSIALISASI: Kepala BKKBN RI dr Surya Chandra Surapaty Mph (dua dari kiri) didampingi Kepala BKKBN perwakilan NTB Dr L Makripuddin MSi (paling kiri) Wakil Rektor I IAIN Mataram H Masnun (dua dari kiri) saat mengisi kuliah umum di Aula IAIN Mataram, kemarin (9/3). HARLI/LOMBOK POST

MATARAM -A� Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI terus berupaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Kali ini, mereka menyasar Mahasiswa NTB.

Untuk mensosialisasikan programnya, BKKBN perwakilan NTB selaku pelaksana bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Sehingga, sosialisasi dirangkum dengan kuliah umum yang bertema revolusi mental berbasis keluarga menuju generasi NTB cendekia terbuka untuk keunggulan.

Pada kegiatan tersebut, pemateri langsung disampaikan Kepala BKKBN RI dr Surya Chandra Surapaty Mph.

a�?Saya datang kesini bukan hanya sekedar berikan informasi. Tapi mengajak kita semua untuk sama-sama meningkatkan kualitas hidup,a�? kata Surya pada kalimat membuka saat mengisi kuliah umum di Aula IAIN Mataram, kemarin (9/6).

Dia menerangkan, dahulunya BKKBN itu bernama Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana. Namun, saat ini kata koordinasi digantikan menjadi kependudukan. Artinya, tugas BKKBN ini semakin komplek.

a�?Sekarang kita bekerja dibawah naungan Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga,a�? jelasnya.

Dosen kedokteran dari Universitas Sriwijaya itu menjelaskan, BKKBN pada tahun 70-an tugas BKKBN hanya satu. Yaitu, mencari solusi bagaimana menekan angka pertumbuhan penduduk. Karena pertumbuhan penduduk yang tidak dihambat akan berpengaruh terhadap laju ekonomi.

Untuk itu, pemerintah menargetkan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk. Kala itu, BKKBN mencatat terdapat 5,6 jutaA� wanita subur melahirkan. Dengan sebanyak itu, pemerintah berupaya untuk menekan hingga 2,1 juta.

Namun, yang berhasil dilakukan BKKBN menekan hingga 2,6 juta.

a�?Jika mencapai 2,1 juta penduduk berarti tumbuh seimbang. Artinya tidak akan terjadi ledakan penduduk,a�? jelasnya.

Tetapi, dari tidak tercapainya penekanakn ledakan penduduk itu, Indonesia mendapatkan penurunan angka bonus demografi. Secara nasional, bonus tersebut diharapkan bisa masuk ke setiap provinsi.

a�?Jadi, 2020-2030 pertumbuhan penduduk bisa ditekan. Sehingga relatifnya usia 15 sampai 40 tahun mendominasi lapangan pekerjaan,a�? jelasnya.

Namun, keadaan demografi itu bisa menciptakan dua keadaan. Pertama bisa menjadi anugrah dan bom waktu bagi Indonesia.

a�?Jika ingin menjadi anugrah syaratnya masyarakat harus berkualitas,a�? tegasnya.

Untuk itu, saat ini BKKBN mengajak generasi muda dan remaja untuk tidak menikah dibawah umur. Menurut teori kesehatan kedokteran, usia dibawah 21 tahun itu masih perlu pengembangan sel alat produksi wanita dan gizi yang seimbang.

Jika mereka menikah dibawah umur tentu gizi yang ada pada dirinya tidak seimbang. Sehingga rentan resiko pada proses melahirkan.

Rektor I IAIN Mataram H Masnun mengatakan, dengan adanya kuliah umum seperti ini, semakin membuka wawasan mahasiswa untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya. Mengingat saat ini keseimbangan penduduk dengan lapangan pekerjaan yang ada tidak seimbang.

a�?Yang bisa menyelamatkan mereka hanya keahlian mereka sendiri.

Menurutnya, kegiatan seperti itu bisa memberikan motivasi bagi seluruh civitas akademika di IAIN Mataram.A� (arl/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost