Lombok Post
Pendidikan

Kemenag NTB Sosialisasikan Islam Yang Damai

CEGAH PAHAM RADIKAL: Plt Kakanwil NTB H Jaelani (depan/pakai peci) membuka workshop penguatan wawasan Islam Rahmatan lil alamin di Hotel Lombok Plaza, Rabu (8/3). Rojai/Lombok Post

MATARAM – Bangsa Indonesia besar dengan enam agama resmi diakui pemerintah Indonesia. Berbagai suku, ras, agama, dalam kehidupan harus bisa saling menghormati.

a�?Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua umat seluruh alam semesta,a�? ungkap Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Jaelani saatA� membuka workshop penguatan wawasan Islam rahmatan lil alamin bagi siswa SMA/SMK se-NTB di Hotel Lombok Plaza, Rabu (8/2).

Workshop ini diikuti 100 siswa SMA/SMK se-NTB. Kegiatan ini mendatangkan nara sumber yang kompeten dari akademisi. Jaelani menegaskan, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Agama guna semua warga negara yang beragama apapun di Indonesia hidup dengan rukun. Saling menghargai dan toleransi yang dimulai dari dunia pendidikan sebagai penerus bangsa, khususnya bagi siswa. Menurutnya,A� kegiatan ini sangat penting, karena akan memberikan wawasan rahmatanA� lil alamin yang mendasar dan mendalam oleh para nara sumber terkait pemahaman radikal.

a�?Kalau siswa punya guru yang mengatakan ini salah itu salah. Maka siswa jug harus belajar di guru yang lain. Harus banyak guru. Jangan sampai siswa terjerumus paham radikal,a�? sebut dia.

a�?Kita harus saling memahami sebagai hamba Allah SWT,a�? imbuh Jaelani.

Ia menuturkan, walaupun Indonesia memiliki beragam suku, ras dan agama, tapi siswa diminta menjunjung tinggi toleransi keagamaan dan wawasan nasional.

a�?Islam itu bukan untuk sekelompok orang, tapi untuk seluruh umat manusia. Islam menghormati agama lain,a�? ujarnya.

Ia menjelaskan, Islam adalah agama yang cinta damai. Jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi paham menyesatkan.A� Menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bukan disikapi dengan fanatik buta. Tetapi harus dilakukan dengan semangat toleransi, kerukunan serta kedamaian.A� Karena Islam mengajarkan keselamatan kepada semua orang, tanpa harus mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain.

a�?Kualitas amal dan ibadah harus terus ditingkatkan agar keislaman kita semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang,a�? tegasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Workshop H Saifun Nasri menuturkan, workshop penguatan wawasan Islam rahmatan lil alamin ini dilaksanakan atas dasar semakin banyaknya bermunculan paham-paham keagamaan yang dapat memicu komplik Sara. Menurutnya, penanaman nilai-nilai agama melalui para siswa akan menjadi lebih efektif.

a�?Kami ingin apa yang diadapatkan siswa ini nantinya ditularkan ke teman yang lain setelah kembali ke sekolah atau lingkungan tempat tinggal,a�? harap dia.A� (jay/r9*)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost