Lombok Post
Tanjung

Pusat Apresiasi Pemkab KLU

APRESIASI: Dirjen Pengendalian Tata Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Budi Situmorang saat menggelar pertemuan dengan tim penertiban Lombok Utara di Gili Trawangan, kemarin (9/3). Kedatangan perwakilan pemerintah pusat ini ingin melihat kondisi terkini Gili Trawangan pascapenertiban. HUMAS KLU FOR LOMBOK POST

TANJUNGA�– Penertiban bangunan sempadan pantai di Gili Trawangan yang dilakukan Pemkab Lombok Utara mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Dirjen Pengendalian Tata Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Budi Situmorang usai melihat langsung kondisi Gili Trawangan, kemarin (9/3). a�?Penertiban ini menjadi semangat baru bagi Lombok Utara. Dan ke depan Lombok Utara harus menjadi lebih baik lagi,a�? ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya memang sengaja datang ke Gili Trawangan. Tujuannya ingin membuktikan langsung keberhasilan penertiban yang dilakukan pemda tanpa ada gejolak satu pun. Ini bisa menjadi pembelajaran di pusat, karena meskipun Lombok Utara adalah salah satu kabupaten di daerah tetapi berhasil melakukan penertiban tanpa gejolak. a�?Penertiban di sejumlah daerah sekarang ini terkesan ribet. Tetapi jika ada komunikasi dengan pengusaha seperti yang dilakukan Lombok Utara terbukti bisa berhasil. Bahkan masyarakat di sini (Trawangan) juga ikut membantu,a�? tandasnya.

Budi mengingatkan pemkab sekarang harus menindaklanjuti dengan segera apa yang akan dilakukan pascapenertiban. Misalnya, dengan melakukan penataan sehingga pengusaha tidak akan menempati sempadan pantai lagi. a�?Kalau memang mau ada pembangunan yang dilakukan pemda, jangan lupa menyertakan ornamen asli daerah sehingga benar-benar mencirikan daerah itu,a�? pesannya.

Sementara itu, Asisten II Setda Lombok Utara Hermanto di hadapan perwakilan pemerintah pusat ini mengungkapkan penertiban yang dilakukan bertujuan untuk memberi kenyamanan kepada wisatawan yang datang ke Gili Trawangan.

a�?Pelaksanaannya kita lakukan dalam empat tim. Dari 143 bangunan ada 118 yang sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, sisanya tim yang membongkar,a�? katanya.

Ditambahkan, dalam pelaksanaannya ada pengusaha yang tidak mau membongkar sendiri bangunannya. Namun pembongkaran seluruh bangunan sempadan pantai ini bisa berjalan lancar tanpa gejolak. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost