Lombok Post
Metropolis

Terancam Tidak Cair

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMPD-Dukcapil) NTB H Rusman SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Dana desa tahun 2017 terancam tidak bisa cair. Hal ini terjadi bila laporan pertanggungjawaban belum tuntas semuanya.

Dan hingga saat ini, pencairan dana sebesar Rp 865 miliar itu belum bisa dilakukan gara-gara laporan penggunaan dana tahun 2016 belum klir.

Akibatnya, semua pemerintah desa belum bisa menjalankan program yang sudah direncanakan. a�?Kita harapkan bulan Maret ini semua laporan pertanggungjawaban klir,a�? kata Rusman, kemarin (9/3).

Ia menyebutkan, dari 995 desa di NTB, tinggal beberapa desa di Kabupaten Sumbawa Barat dan Dompu yang belum bisa menyerahkan laporan.

Jika tidak, maka dana desa tidak bisa ditransfer ke kabupaten tersebut. Sebab sistemnya, akan dihitung per kabupaten.

Bila kabupaten Lombok Tengah sudah klir semua, maka dananya akan bisa diberikan, sementara bila Kabupaten Dompu tidak bisa menuntaskan semua laporan desa, maka tidak akan diberikan sampai laporan diserahkan.

Menurutnya, terlambatnya penyerahan laporan dari desa ini disebabkan keterlambatan pencairan dana sebelumnya.

Tapi pencairan telat juga karena laporan sebelumnya juga telat. Sehingga bila hal itu terus terulang maka bisa menghambat proses pembangunan.

Jumlah dana yang diterima masing-masing pemerintah desa berbeda-beda, tergantung dari luas wilayah dan jumlah penduduknya. Tapi dari Rp 865 miliar, pemerintah desa mengelola antara Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar.

Penggunaan dana ini difokuskan pada empat hal yakni program satu desa satu produk, pembuatan embung desa, pembentukan BUMDes, dan pembangunan sarana prasarana olahraga.

Ia meminta penggunaan dana desa ini dilakukan secara transparan, dan mereka wajib mengumumkan dana desa di kantor dan tempat-tempat strategis agar semua warga mengetahuinya.

Sementara untuk menghindari penyimpangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB juga akan melakukan audit pada Mei dan Juni mendatang. (ili/r7)

Berita Lainnya

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost