Lombok Post
NASIONAL

POP.UP, MELAJU DI JALAN, TERBANG PUN AYO

BIKIN PENASARAN DUNIA: Kendaraan konsep Pop.Up yang diperkenalkan Italdesign dan Airbus membetot perhatian pengunjung pada pemeran mobil terbesar dunia, Geneva International Motor Show yang dibuka 7 Maret 2017. Kendaraan ini selain mampu melaju di jalan, juga bisa terbang. FABRICE COFFRINI/AFP

JENEWAA�a�� Geneva Motor Show tak hanya menjadi tempat supercar terhebat di dunia memulai debut. Ajang pameran otomotif yang kali pertama digelar pada 1905 itu juga menjadi saksi inovasi-inovasi mutakhir di dunia otomotif. Misalnya Pop.Up. Transportasi masa depan karya Airbus dan Italdesign tersebut menampilkan kecanggihan kolaborasi antara otomotif dan teknologi drone.

Secara garis besar, Pop.Up terbagi menjadi tiga bagian utama. Pertama adalah kapsul. Itu menjadi tempat penumpang. Berikutnya adalah air module dan ground module. Dua module tersebut memungkinkan Pop.Up dengan mudah dapat di-switch antara berjalan di darat atau udara.

Airbus sebagai pencetus Pop.Up menegaskan bahwa Pop.Up diciptakan karena terinspirasi dari banyaknya rintangan yang ditemui di transportasi darat. a�?Menambahkan dimensi baru supaya transportasi bisa menjadi multifungsi adalah solusi ke depan bagi manusia untuk berpindah dari titik A ke titik B,a�? ujar General Manager Urban Air Mobility Airbus Mathias Thomsen sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.

Berdasar informasi spesifikasi dan cara kerja, kecanggihan yang ditawarkan Pop.Up sangat mengagumkan. Penumpang hanya perlu merencanakan dan memesan perjalanan melalui sebuah aplikasi. Sistem secara otomatis akan mengidentifikasi waktu, kemacetan lalu lintas, dan biaya, kemudian menawarkan opsi transportasi terbaik untuk pengguna, apakah lewat jalur darat atau udara.

Kapsul Pop.Up dibuat dari bahan serat karbon monocoque. Kapsul tersebut berdimensi lebih kurang panjang 2,6 meter; tinggi 1,4 meter; dan lebar 1,5 meter. Jika sedang bersanding dengan modul darat, kapsul tersebut layaknya city car berbodi karbon dan bertenaga baterai. Pop.Up juga telah dibekali kemampuan autonomous level lima sehingga membuatnya mampu sepenuhnya self-driving.

Jika sistem mengidentifikasi kepadatan lalu lintas yang tinggi, penumpang dapat men-switch perjalanannya menggunakan modul udara yang berukuran sekitar 5 x 4,4 meter. Modul tersebut ditenagai delapan rotor yang berputar berlawanan arah (counter-rotating). Teknologi autonomous level lima yang tersemat pada Pop.Up tak hanya berlaku untuk modul darat, tapi juga udara.

Canggihnya lagi, setelah penumpang mencapai tujuan, modul udara dan darat beserta kapsulnya dengan sendirinya kembali ke stasiun pengisian ulang baterai untuk menunggu penumpang berikutnya.

Dalam menggagas Pop.Up, Airbus menggandeng Italdesign, perusahaan teknologi asal Italia yang berpengalaman memproduksi drone dan remotely aircraft. Keduanya optimistis Pop.Up mulai terealisasi tujuh sampai sepuluh tahun ke depan. Memang, tak semua teknologi mutakhir yang dipamerkan di ajang sekelas Geneva Motor Show menjadi kenyataan. Namun, jika latar belakang dan kapabilitas dua raksasa pencetusnya dilihat, bukan tak mungkin sepuluh tahun lagi Pop.Up benar-benar beterbangan di atas macetnya lalu lintas. (agf/c10/ang/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post