Lombok Post
Metropolis

Rabitah Dirujuk ke Sanglah

DIPINDAHKAN: Sri Rabitah dimasukkan ke dalam ambulans sebelum dirujuk ke RS Sanglah Bali dari RS Biomedika, Kamis (9/3) lalu. IST/LOMBOK POST

MATARAMA�– Karena kondisi kesehatan yang tidak kunjung membalik, Sri Rabitah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Utara akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah, Bali.

Ditemani pendamping, ibu satu anak itu dibawa mengunakan mobil ambulans dari Rumah Sakit Biomedika, Kamis sore (9/3). Saat keluar rumah sakit, Rabitah masih sulit diajak bicara, ia masih terlihat lemas.

M Saleh, pendamping Rabitah menjelaskan, korban harus segera dirujuk karena dari hasil pemeriksaan lebih mendalam tim dokter melalui CT scan dua kali.

Rabitah memiliki beberapa penyakit komplikasi dan itu harus ditangani oleh konsultan khusus yang tidak ada di rumah sakit NTB. Hal ini sudah didiskusikan dengan dokter yang senior, dan disimpulkan akan lebih baik dan harus segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap.

a�?Secara teknis lebih detail ke dokter yang melakukan pemeriksaan, tapi informasinya pada badannya ada kebocoran pada usus,a�? katanya.

Selain itu, dari informasi yang diberikan tim medis ditemukan masih banyak cairan di dalam perut.

Dokter masih perlu menganalisi lebih jauh terkait hal ini, karena tim dokter di Mataram belum banyak menemukan kasus seperti ini. a�?Sehingga rujukan di Sanglah menjadi salah satu alternatif,a�? katanya.

Apakah luka komplikasi tersebut ada kaitannya dengan operasi di Qatar? Menurut Saleh, ini masih perlu dibuktikan secara medis.

Tapi jika merujuk pada cerita yang didapatkan dari Rabitah, sebelum dioperasi ia sehat dan tidak pernah sakit.

Tapi kemudian setelah dioperasi Rabitah mulai mengalami sakit terus menerus dan semakin parah. a�?Apakah ada kaitannya dengan ginjal, tentu ada kaitannya dengan ginjal,a�? katanya.

Ia menduga, sakit yang dialami saat ini masih ada kaitannya dengan operasi di Qatar sebelumnya. Sebab Saleh mengaku tetap percaya bahwa apa yang diceritakan Rabitah tidak bohong. Sebab fakta adanya operasi di Qatar ia mendapatkan bukti tersebut.

Memudian dia pernah di masukkan ke dalam satu ruangan yang diduga menghilangkan bekas sobekan di perut juga tidak dibantah pihak rumah sakit di Qatar.

a�?Hanya tinggal menunggu waktu untuk menguji bahwa apa yang dialami kawan Rabitah bisa dibuktikan secara medis,a�? kata Saleh.

Terkait pemeriksaan ginjal Rabitah di RS Biomedika, Saleh selaku kuasa hukum menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan ginjal sebelah kanan Rabitah mengecil dan tidak berfungsi.

Menurutnya penjelasan ini harus lebih detail dilakukan tim medis yang melakukan pemeriksaan. a�?Itu gambaran kondisi secara umum,a�? ujarnya.

Kondisi itu menurutnya harus dianalisis lebih jauh, dan ia berharap di RS Sanglah bisa membuktikan, karena saat dioperasi di Mataram belum sampai ke arah sana. Untuk itu, ia berharap pemerintah juga mau melihat lebih mendalam dengan dugaan-dugaan itu.

Saat diminta agar kuasa hukum membuat surat yang isinya meminta pihak RS Biomedika menjelaskan kondisi ginjal Rabitah pada media, Saleh menyerahkan hak itu pada keluarga. Apakah Rabitah bersedia atau tidak dengan kondisi yang semakin parah saat ini.

a�?Persoalan ginjal atau penyakit lain itu ranah yang lebih spesifik dan itu menjadi ranah keluarga, kami fokus pada bantuan hukum,a�? katanya. (ili/r7)A�A�

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost