Lombok Post
Selong

Realisasi Investasi di Lotim Rendah

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) M Syukri. TONI/LOMBOK POST

SELONG – Investasi di Lombok Timur (Lotim) selama tahun 2016 masih belum menunjukkan progres yang menggembirakan. Dari sejumlah izin investasi yang ada, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) mendominasi permohonan izin. Itu pun masih dalam skala kecil.

a�?Kalau investasi masih labil. Mengerucut pada empat perizinan yakni IMB, HO, CV sama izin trayek. Secara nominal, perizinan dari investasi di Lotim sekitar Rp 15 miliar,a�? ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) M Syukri.

a�?Memang untuk izin sektor pariwisata tahun 2016 lalu banyak peningkatan izin untuk mendirikan penginapan di area pariwisata dengan view gunung. View pantai masih landai saja,a�? tambahnya.

Meski perizinan meningkat namun A�realisasi A�investasi ini masih belum memuaskan dikarenakan beberapa alasan. Menurut Syukri kemungkinan investor mengalami persoalan terkait lahan, penerimaan dari masyarakat hingga persoalan permodalan.

Sebagai slah satu contoh banyak investor yang batal berinvestasi di Lotim meski sudah mendapat izin prinsip dari daerah. Dimana, sesuai aturan yang ada, investor disyaratkan dengan menyimpan dananya di Bank lokal. Hal ini sebagai jaminan keseriusan berinvestasi di Lotim.

a�?Soalnya saat ini ada dua yang sudah diterbitkan izinnya tapi sampai sekarang belum membangun,a�? beber Syukri.

Pendapatan dari perizinan dan penanaman modal di tahun 2016 dikatakan lebih besar dari tahun 2015. Meksipun kendala yang dihadapi saat itu adalah belum bergabungnya SKPD yang mengurus perizinan dan permodalan. a�?Kalau tahun 2015 dibawah itu (Rp 15 miliar, Red). Tapi tahun ini kami nggak ada target,a�? akunya.

Sebelumnya Sekretaris Dinas PMPTSP, H Muslihun menrangkan jumlah pengusaha yang mengurus izin selama tahun 2016 di Lombok Timur (Lotim) cukup tinggi. Sayangnya sebagian besar lebih didominasi oleh pengusaha kecil. Sementara jumlah pengusaha besar yang mengurus izin di Lotim bisa dihitung jari.

a�?Kalau tahun 2016 ini memang mengalami peningkatan permohonan izinnya. Yang paling banyak dari pengusaha kecil. Itu untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB),a�? kata dia. Selama dua bulan terakhir ini, jumlah pengajuan IMB dikatakan Muslihun mencapai ratusan lebih. Rata-rata, mereka yang mengajukan izin adalah para pengusaha yang tinggal di wilayah perkotaan seperti Selong dan Kecamatan terdekat dengan Selong.

Senada dengan keterangan Sekdis, Nirwan membenarkan bahwa warga atau pengusaha yang mengurus izin didominasi oleh para pengusaha kecil. Khususnya di tahun 2016 lalu, kebanyakan izin yang dikeluarkan merupakan IMB dan HO untuk para pedagang kecil seperti distributor sembako. a�?Biasanya untuk warga yang mau membuka usaha ruko di pinggir jalan atau di sekitar halaman rumahnya,a�? jelasnya.

Namun ia juga mengungkapkan, ada peningkatan dari para pengusaha besar yang mengurus perizinan. Diantaranya yakni para pengusaha yang mengurus izin untuk membangun hotel di beberapa wilayah Destinasi wisata seperti Sembalun. a�?Kami mencatat itu tahun lalu mengalami peningkatan. Ternyata banyak pengusaha yang mulai melirik usaha penginapan di Sembalun,a�? ujarnya. (ton/r2)A�A�

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost