Lombok Post
Selong

TKI Ilegal Penuh Risiko

CEDERA PERMANEN: Lalu Nopi, 30 tahun, mantan TKI asal Dasan Paok Desa Jurit baru Kecamatan Pringgasela yang cedera permanen akibat kecelakaan kerja di Malaysia belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONG – Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daerah penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbesar di Indonesia. Banyak diantaranya berangkat secara non prosedural alias ilegal. Para calon TKI nekat menempuh jalur ilegal meski sadar risiko yang dihadapi sangat besar.

a�?Tulang paha saya patah, dan gigi saya rontok akibat kecelakaan saat pulang kerja. Ini saya masih belum bisa bergerak semua masih sakit,a�? kata Lalu Nopi, mantan TKI A�asal Dusun Dasan Paok Desa Jurit baru Kecamatan Pringgasela.

Lalu Nopi menjadi salah satu TKI non prosedural yang mengalami nasib buruk. Kecelakaan saat pulang kerja, ia dirawat di rumah sakit Malaysia selama beberapa minggu sebelum akhirnya dipulangkan. Sayang, meski mendapat cedera permanen, ia tidak mendapat asuransi. Lantaran, tidak ada jaminan atau kontrak resmi yang ditandatanganinya di tempat bekerja.

a�?Saya kerja di ladang pepaya dan pisang sudah sekitar 1,5 tahun,a�? tuturnya

Kepada Lombok Post, Lalu Nopi mengungkapkan alasan dirinya memilih berangkat ke Malaysia menggunakan jalur ilegal. Ia terpaksa menempuh jalur ini lantaran mendaftar lewat jalur resmi harus melalui proses yang cukup lama.

A�a�?Kadang delapan bulan baru bisa berangkat. Itu pun masih belum pasti,a�? bebernya.

Sehingga, saat jeda waktu sebelum keberangkatan, para calon TKI bingung mau berbuat apa. Inilah yang kemudian menyebabkan hutang mereka menumpuk sebelum berangkat.

a�?Kalau lewat jalur ilegal kan cepat berangkatnya kalau kita ada teman di Malaysia. Itu hanya beberapa hari langsung bisa berangkat menggunakan visa pelancong. Tapi memang risikonya besar,a�? akunya.

Kini akibat kecelakaan yang dialaminya, Lalu Nopi belum bisa pulih. Kondisi tubuhnya masih tak bisa bergerak banyak. Sehingga, ia pun tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah bagi dua orang anaknya yang masih kecil. Saat ini, kebutuhan hidup keluarga Lalu Nopi otomatis masih bergantung pada istrinya yang bekerja sebagai buruh tani.

a�?Kasihan anak-anak saya karena kondisi saya yang tak bisa berbuat apa-apa,a�? ungkapnya.

Terpisah Kepala Desa Jurit Baru Athar Yunaidi mengaku tak banyak tahu tentang keberadaan TKI ilegal yang ada di desanya. Diakuinya, memang banyak warga yang menjadi TKI, namun tak tahu kepastian bahwa mereka ilegal atau tidak.

A�a�?Kalau tahun 2016 lalu ada 66 orang yang jadi TKI. Kalau tahun ini ada sekitar 18,a�? ungkapnya.

Kades mengaku memang mengalami kesulitan untuk mendata para TKI yang ilegalA� atau tidak. Sehingga, ini dikatakannya meniadi PR yang harus diselesaiakan. a�?Kalau kami hanya bisa berupaya menekan keberadaan TKI ilegal ini melalui sosialisasi,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Calon Pejabat Mulai Diseleksi

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Edukasi Warga lewat Game Android

Redaksi LombokPost

Dikbud Gagalkan Pernikahan Dini Jelang UN

Redaksi LombokPost

Kepala Disnakertrans Paling Diminati

Redaksi LombokPost

Dinsos Usulkan Tambahan 18 Ribu KK Penerima Jadup

Redaksi LombokPost

M Rido Abdillah, Penderita Tumor Ganas di Rahang dan Mata

Redaksi LombokPost

KPU Laksanakan Rekomendasi Bawaslu

Redaksi LombokPost

Ratusan Guru Jadi PPS dan PPK

Redaksi LombokPost