Lombok Post
Politika

KPU Sasar Pemilih Berbasis Komunitas

LIHAT: Seorang pengunjung sedang memperhatikan papan sejarah pemilu NTB di Lorong Sejarah Pemilu di kantor KPU NTB, belum lama ini.Dok/LOMBOK POST

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan segmentasi kelompok strategis yang menjadi sasaran dalam pendidikan pemilih. Yaitu, pendidikan pemilih berbasis komunitas. a�?Seperti komunitas pemilih pemula, komunitas pemilih perempuan, komunitas pemilih marginal dan penyandang disabilitas, dan komunitas pemilih keagamaan,a�? kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori, kemarin (12/3).

Namun demikian, dengan luasnya kelompok strategis yang menjadi sasaran maka harus ada strategi yang tepat dan efektif. Tidak hanya dalam mengekspansi sasaran strategis, tetapi melibatkan kelompok strategis dalam proses pendidikan pemilih.

Dengan melibatkan mereka, kata dia, memberikan pengalaman langsung pemilih mengenai pentingnya demokrasi. Serta melakukan kolaborasi pendidikan pemilih dalam ragam komunitas yang hidup dan tumbuh di masyarakat.

a�?Karena itu ada beberapa strategi yang ditetapkan KPU dalam mengembangkan model-model pendidikan pemilih,a�? ucapnya.

Pertama dengan adanya Rumah Pintar Pemilu (RPP), yang hadir untuk melayani informasi dan dokumentasi dalam mewujudkan KPU NTB sebagai lembaga yang transparan dan ramah terhadap publik. RPP juga hadir menjadi rumah besar bagi berbagai model dan strategi pendidikan pemilih yang diberi nama Bale Pemilu NTB. a�?RPP sudah tersebar di kabupaten kota dengan nama yang unik-unik,a�? kata Aksar.

a�?Sancaka pemilu di Kabupaten Bima, Tambora di Kabupaten Dompu, Bala Late di Kabupaten Sumbawa,a�? tambahnya.

Dijelaskan, dalam RPP tersedia pelayanan PPID dan e-PPID, sistem pengarsipan, lorong sejarah pemilu dan penyelenggaraan pemilu, perpustakaan, media center, audiovisual, ruang simulasi dan ruang untuk kegiatan diskusi, pelatihan dan kursus.

Selain itu, pendidikan pemilih juga dilakukan dengan melakukan kegiatan road show dan KPU Berkunjung. Road show ini dilakukan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi untuk memberikan kursus singkat pendidikan pemilih dan demokrasi.

Sedangkan program kunjungan, lanjutnya, KPU mengembangkan kegiatan praktikum, magang, audiensi, kursus dan diskusi dari perguruan tinggi dan institusi.

Sementara simulasi pemilu atau pilkada, KPU membangun kerja sama dengan lembaga. Guna melaksanakan simulasi pemilu sebagai pembelajaran dengan memberikan praktik langsung proses pemilu. Sehingga siswa atvau mahasiswa memiliki pemahaman tentang tahapan pemilu. a�?Contohnya pemilihan ketua OSIS, ketua BEM,a�? imbuhnya.

Adapun kursus komunitas peduli pemilu dan demokrasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada berbagai komunitas. Antara lain tentang prinsip partisipasi dalam pemilu, prinsip pemilu yang jujur adil dan tidak diskriminatif, lembaga penyelenggara pemilu, tahapan pemilu dan penegakan hukum pemilu.

Mengutip anggota KPU RI Hasyim Asy’ari, lanjutnya, pengembangan komunitas peduli pemilu dan demokrasi menjadi ikhtiar untuk melahirkan embrio komunitas yang peduli dengan isu-isu pemilu dan demokrasi yang nantinya tumbuh dan berkembang secara mandiri.

a�?Sehingga entitas ini dapat menjadi mitra strategis KPU dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pemilu dan demokrasi yang berkualitas,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost