Lombok Post
Praya

Usia Hampir Lima Tahun Berat Badan Hanya 6,5 Kilogram

TUBUH MUNGIL: Azami, balita bertubuh mungil di Dusun Pemantek Bat Daye Desa Loangmaka, Janapria Lombok Tengah saat bersama ibunya Suharni, Sabtu (11/3). dedi/Lombok Post

Pada 7 Juni mendatang, Azami genap berumur lima tahun. Di usia itu normalnya iaA� harus bisa berlari seperti teman-temannya. Namun kondisi kesehatannya yang menurun membuat tubuhnya tak tumbuh seperti anak-anak pada umunya.

***

DariA� hasil pemeriksaan kesehatan di beberapa rumah sakit di Lombok Timur, Lombok Tengah (Loteng) dan Kota Mataram, Azami divonis menderita busung lapar.

Putra pasanganA� Masia��un dan Suharni warga Dusun Pamantek Bat Daye Desa Loangmaka, Janapria tersebut tak tumbuh seperti balita pada umunya. A�A� BadannyaA� tumbuh mungil, tidak bisa berjalan. Ia hanya bisa duduk di pangkuan.

A�a�?Sejak umur enam bulan, memang sudah terlihat kelainan. Kalau teman-teman sebayanya sudah bisa duduk, anak saya ini malah sebaliknya,a�? keluh Suharni.

Kendati demikian, posyandu dan ASI eksklusif tetap diberikan kepada balita yang lahir di 7 Juni 2012 tersebut. Suharni pun sempat memeriksa kesehatan anak kesayangannya itu, ke rumah sakit. Dokter menyebut Azami menderita busung lapar.

Para dokter dan perawat pun menyarankan, agar Azami diberi tambahan asupan makanan bergizi. Lekas Suharni menjalankan saran dokter. Namun, tetap saja tidak ada perubahan. BahkanA� di usianya kini, berat badan AzamiA� hanya 6,5 kilogram.

Di tengah kondisiA� seperti ini, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak. Penghasilan mereka sebagaiA� buruh tani tak mencukupi. Bahkan kedua orang tuannyaA� sempat mengadu nasib sebagaiA� TKI/TKW di Malaysia demi Azami.

a�?Saat umur Azami dua tahun, kami berdua berangkat ke Malaysia,a�? ujar Suharni didampingi Masia��un.

Azami pun dititipkan di nenek dan kakeknya. Beberapa bulan di Malaysia, mereka berdua berhasil. Mereka berhasil mengumpulkan sedikit uang pengobatan Azami dan pulang ke kampung halaman. a�?Sudah tidak terhitung biaya yang kami keluarkan. Tapi, tidak ada perubahan,a�? keluh Suharni diamini Masia��un.

Beberapa kali, ia dan suaminya meminta pertolongan medis di Puskesmas setempat, termasuk rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya. Namun, lagi-lagi layanan kesehatan itu tidak sepenuhnya gratis. Ia tetap harus menyaipak uang yang bagi mereka tak sedikit untuk ragam keperluan selama pengobatan. Mereka tak mampu.A� Karena keuangan yang semaki sulit, Azami pun hingga sekarang dirawat seadanya di rumah.

a�?Kami mohon bantuan pemerintah maupun swasta. Kasihan anak saya ini, dia (Azami) ingin hidup lebih lama lagi,a�? ujar Suharni sembari mengelus-elus rambut anak kesayangannya.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost