Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Sinyal Perbaikan Penerimaan Pajak

PEMBAYARAN ONLINE_Salah seorang wajib pajak ketika membayar pajak dengan mengakses ATM Bank Papua yang menjadi mitra dari Bapenda Provinsi Papua untuk pembayaran pajak online.

JAKARTAA�– Sinyal perbaikan penerimaan pajak mulai terlihat pada pengujung Februari lalu. Penerimaan pajak, termasuk PPh migas, hingga akhir Februari mencapai Rp 134,6 triliun. Capaian tersebut meningkat 8,15 persen jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak periode yang sama tahun lalu Rp 124,4 triliun.

Realisasi penerimaan pajak pada Februari itu mencapai 10,29 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2017 sebesar Rp 1.307,3 triliun. Terkait dengan realisasi penerimaan tersebut, Menkeu Sri Mulyani Indrawati melakukan evaluasi pada akhir kuartal pertama tahun ini. Pihaknya masih menunggu hasil akhir program amnesti pajak.

a��a��Kita lihat saja sampai akhir kuartal,a��a�� kata Sri Mulyani di gedung Kemenkeu, Jakarta, kemarin (14/3).

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal menyatakan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak tersebut merupakan sinyal positif. Dia menambahkan bahwa penerimaan per Februari lalu lebih tinggi dari sisi capaian target 10,29 persen. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, capaian hanya 9,18 persen.

Yon menjelaskan, faktor utama yang menyumbang pertumbuhan penerimaan adalah pajak penghasilan (PPh) pasal 22 atau PPh impor yang tumbuh 9,88 persen. Tahun lalu penerimaan tumbuh kurang dari 7 persen. Kemudian, kenaikan penerimaan PPh 21 atau pajak karyawan. a��a��Ternyata, meski PTKP (pendapatan tidak kena pajak, Red) naik, PPh 21 masih naik 1,27 persen,a��a�� tuturnya.

Sementara itu, total penerimaan PPh nonmigas hingga Februari mencapai Rp 126,8 triliun. Angka itu tumbuh 5,85 persen kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 119,8 triliun.

Realisasi penerimaan dari pajak pertambahan nilai (PPN) tercatat sudah mencapai Rp 53,8 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 50,25 triliun dengan total pertumbuhan 6,94 persen.

Yon menuturkan, tren positif realisasi penerimaan pajak pada awal tahun ini diharapkan bisa terus berlanjut setelah tax amnesty. Menurut dia, penerimaan yang tumbuh positif pada awal tahun mampu mengompensasi periode akhir tahun yang risikonya cukup besar. (ken/c14/sof/jpg/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post