Lombok Post
Sportivo

Anggaran Rp 4,5 Miliar Masih Kurang

BAHAS PROGRAM: Pengurus KONI NTB bersama Dispora NTB membahas program yang akan dilakukan pada tahun ini di ruang rapat utama Dispora NTB, kemarin (15/3). HARLI/LOMBOK POST

MATARAM – A�Anggaran untuk pembinaan olahraga prestasi sudah di ketok dewan. Besarannya mencapai Rp 4,5 miliar. Sebelumnya, KONI NTB mengajukan anggaran Rp 20 miliar kepada Gubernur.

Anggaran Rp 4,5 miliar dirasa kurang untuk kebutuhan pembinaan olahraga berprestasi. Itu diketahui setelah KONI NTB mempresentasikan rencana penggunaan anggaran di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, kemarin (15/3).

Ketua KONI NTB Andy Hadianto memaparkan, anggaran Rp 4,5 miliar akan digunakan untuk pembinaan olahraga prestasi. a�?Hampir 70 persen dari anggaran tersebut akan ditujukan untuk pembinaan prestasi,a�? kata Andy.

Pertama, anggaran itu akan digunakan untuk membiayai Pelatda Mayung 2017. a�?Khusus untukA� Pelatda Mayung, kita anggarkan Rp 2,8 miliar,a�? sebutnya.

Anggaran Rp 2,8 miliar khusus untuk menggaji atlet dan pelatih. Ditambah dengan anggaran bagi tim talent scoating yang melaksanakan Pelatda. a�?Gaji atlet itu Rp 2 juta di luar makan,a�? bebernya.

Ditanya besaran gaji pelatih, Andy tidak merincinya. Dia mengaku lupa berapa besaran yang harus diterima para pelatih. a�?Saya lupa kalau gaji pelatih. Ya, hampir sama dengan atlet,a�? ujarnya.

Dia menjelaskan, anggaran sebesar 70 persen itu belum termasuk apresiasi terhadap prestasi atlet dan peningkatan kualitas pelatih. a�?Anggaran Rp 2,8 miliar itu hanya cukup untuk try out sekali. Sementara untuk pembinaan atlet seharusnya try out dilakukan lebih dari dua kali,a�? terangnya.

Sisanya dari Rp 4,5 miliar setelah dipotong anggaran Pelatda Mayung akan diberikan kepada masing-masing Cabor sebesar Rp 15 juta. “Di KONI NTB terdaftar 40 cabor. Jadi besarannya sekitar Rp 600 juta,” kata dia.

Sisa dari anggaran itu akan digunakan untuk gaji pegawai KONI NTB, pelaksanaan rapat koordinasi dengan anggota, dan digunakan untuk Musorpov KONI Juni mendatang.

Jika melihat besaran anggaran dan kebutuhan itu, Andy mengaku masih kurang. Karena, dengan mengandalkan anggaran tersebut peningkatan kapasitas pelatih dan try out atlet tidak akan berjalan optimal. a�?Ya, kalau dibilang kurang, ya kurang,a�? cetusnya.

Dia menjelaskan, anggaran yang kurang itu akan dikoordinasikan dengan Dispora NTB saat pengajuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) nanti. a�?Kedepan, pengajuan anggaran akan kita koordinasi dengan Dispora dan dewan,a�? ujarnya.

Terpisah, Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, pihaknya sudah mendengar semua agenda KONI NTB selama tahun ini. Pembahasan program dan penggunaan dana sudah mereka paparkan. a�? Sekarang tinggal saya verifikasi dan setujui. Hasilnya nanti akan disampaikan ke Gubernur,a�? kata perempuan yang akrab disapa Eni itu.

Dia mengaku sudah memberikan arahan kepada KONI NTB, anggaran Rp 15 juta yang diberikan kepada cabor itu diperuntukkan untuk memperbanyak event turnamen. Dengan demikian, olahraga di NTB ini semakin menggeliat lagi.

Hal itu, sesuai dengan amanat dari Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 34 ayat 5. a�?Dana bantuan untuk cabor dari pemerintah harus digunakan untuk penyelenggaran kompetisi. Untuk pelatihan pendidikan dan atau penataran pelatih,a�? jelasnya. (arl/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post