Lombok Post
Tanjung

Pemkab Akan Datangkan Alat Berat Lagi

ROBOHKAN: Tampak alat berat yang digunakan pemkab untuk merobohkan bangunan di sempadan pantai Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. Pujo/Lombok Post

TANJUNGA�– Pascapenertiban bangunan sempadan pantai di Gili Trawangan, pemkab akan menurunkan kembali alat berat. Ini dilakukan setelah bupati Lombok Utara didampingi Camat Pemenang melakukan monitoring dan evaluasi ke Gili Trawangan Selasa (14/3) malam lalu. a�?Alat berat didatangkan lagi itu untuk membongkar pondasi-pondasi yang masih ada di sempadan pantai. Bupati inginnya sempadan pantai benar-benar bersih dari bahan bangunan, yang ada hanya pasir pantai saja,a�? ujar Camat Pemenang Ahmad Dharma, kemarin (15/3).

Ditambahkan, dalam monitoring itu, bupati juga meminta bangunan sanggah yang ada di sempadan pantai untuk dipindahkan. a�?Pemerintah tidak melarang melakukan ibadah, hanya saja jangan diletakkan di pinggir pantai. Kami khawatir itu nanti jadi alasan pengusaha lain mulai membangun lagi,a�? tandasnya.

Untuk pemindahan sanggah ini, pihaknya memberikan waktu tambahan bagi pengusaha. Karena pemindahan membutuhkan ritual agama terlebih dulu. Tim pun menghargai dan memberikan tambahan waktu.

Lebih lanjut, Dharma mengatakan, dalam kesempatan tersebut bupati juga sempat berdialog dengan beberapa pengusaha terkait penempatan kursi dan meja di sempadan pantai setelah dilakukan penertiban. a�?Untuk sekarang kursi dan meja diperbolehkan dari sore sampai malam hari kemudian dibongkar lagi. Ini sampai ada peraturan yang diterbitkan pemerintah akan dijadikan apa sempadan pantai,a�? tandasnya.

Sambil berjalan, pemerintah akan mencari regulasi yang tepat guna pengelolaan sempadan pantai Gili Trawangan. Artinya, pola yang diterapkan saat ini hanya untuk mengakomodir lebih dulu. a�?Kita akan mencontoh bagaimana penataan sempadan pantai seperti di Jimbaran. Kalau sudah ada acuan kita perkuat dengan aturan,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost