Lombok Post
Politika

Perlu Penanganan Jeli Atasi Sengketa Pilkada

Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) NTB MuhammadKhuwailid. Dewi/Lombok Post

MATARAMA�– NTB sebentar lagi akan disibukkan dengan penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota di beberapa daerah. Pengalaman yang terjadi, dalam pelaksanaan pilkada tidak selamanya berjalan dengan mulus tanpa adanya beberapa sengketa dan masalah yang terjadi. Karena itulah, perlu adanya penanganan yang jeli dalam menyelesaikan sengketa pilkada yang mungkin saja akan terjadi ke depannya.

a�?Di tahap pertama ini, kita mulai dengan prosedur pengajuan sengketa,a�? kata Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) NTB Muhammad Khuwailid usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bawaslu NTB, Selasa (14/3).

Dijelaskan, FGD tersebut dihadiri oleh peserta-peserta yang berpengalaman atau pernah menangani sengketa dalam pemilihan. Melalui FGD tersebut Bawaslu mendapat evaluasi, saran, dan kritik bagaimana mengatasi sengketa di pilkada kelak.

a�?Sebagai tambahan kewenangan pengawasan Bawaslu, ketika ada pengajuan sengketa Bawaslu menjadi lebih siap,a�? ujarnya.

Khuwailid mengungkapkan, menurut undang-undang ada dua hal yang biasanya mengajukan sengketa. Yakni, sengketa proses dan sengketa hasil pilkada.

Diakui, pada setiap sengketa yang biasanya terjadi dalam pilkada adalah pasangan calon menggugat jika hasil pilkada tidak sesuai dengan keinginannya. Sengketa-sengketa inilah yang biasanya akan menjadi penghambat dalam memutuskan hasil pilkada.

Mengapa demikian, karena dalam proses penyelesaian perselisihan tidak bisa dilakukan secara serentak pula. Ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilakukan, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Namun, jika dilihat lebih jeli lagi, potensi pemilihan bukan hanya terjadi pada undang-undang tersebut atau perselisihan hasil pemilihan. Tetapi juga tahapan persiapan dan penyelenggaraan pemilihan.

a�?Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan sengketa pilkada harus dilakukan secara jeli dan melihat keseluruhan penyebab potensi sengketa,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost