Lombok Post
Headline Sumbawa

Sembilan Prioritas Pembangunan Sumbawa 2018

MUSRENBANG : Wakil bupati Sumbawa saat memberikan arahan pada pembukaan Musrenbang kabupaten di lantai tiga kantor bupati Sumbawa, kemarin (15/3). Zulkarnain/Radar Sumbawa

SUMBAWA- Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten digelar kemarin (15/3). Kegiatan yang dipusatkan di lantai tiga kantor bupati Sumbawa itu merupakan salah satu bagian dari program penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018. Terlebih dalam rancangan awal RKPD tahun 2018 sudah ditetapkan agenda-agenda pembangunan daerah untuk tahun 2018.

Ada sembilan prioritas pembangunan yang menjadi sasaran, sesuai dengan kerangka pembangunan daerah yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah 2016-2021. Mulai dari peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Percepatan pengentasan kemiskinan. Pengembangan agribisnis dan produksi pangan. Peningkatan produk unggulan daerah dan investasi. Peningkatan konektivitas infarastruktur wilayah. Reformasi birokrasi dan tata kelola. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kearifan lokal, dan pengembangan kebudayaan dan pariwisata.

Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama mengambil bagian berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Terutama dalam menyukseskan sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam rancangan awal RKPD tahun 2018 mendatang.

Menurut wabup, semua prioritas program yang telah tersususn diyakini akan mampu dilaksanakan dengan baik apabila semua pihak mendukung. Bukan hanya dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Namun dukungan juga sangat diperlukan dari semua kalangan.

“Semua program yang ada tentu harus mendapat dukungan semua pihak. Mari bersama-sama kita membangun daerah ini,” kata wabup.

Di bagian lain wabup memaparkan sejumlah persoalan daerah yang juga membutuhkan sinergi dari semua pihak. Termasuk dari kalangan dunia usaha. Salah satunya adalah tingkat kemiskinan di daerah yang masih relatif tinggi. Begitu juga gejolak harga-harga dan inflasi. Salah satu yang diharapkan bisa dilakukan kalangan dunia usaha misalnya dengan mengurangi tindakan spekulatif dalam mengejar keuntungan.

“Peran kalangan dunia usaha sangat diperlukan,” katanya. (aen/r4)

 

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost