Lombok Post
Selong

Energi Selaparang Masih Merugi

SERIUS: Suasana pemaparan laporan pertanggungjawaban direksi BUMD Energi Selaparang dalam RUPS di Kantor Bupati Lotim, kemarin (15/3).Wahyu/Lombok Post

SELONG – BUMD milik Pemkab Lotim PT Energi Selaparang belum bisa memberikan keuntungan bagi daerah. Hal itu terungkap dalam laporan pertanggungjawaban direksi yang disampaikan di Kantor Bupati Lotim, kemarin (16/3).
“Kami mengelola SPBN dan AMDK,” kata Direktur Utama PT Energi Selaparang L Mahsun.

Dari dua jenis usaha tersebut, SPBN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk nelayan mencatatkan laba bersih hanya Rp 172 juta saja. Sementara AMDK atau Air Minum Dalam Kemasan mencatatkan kerugian yang jauh lebih besar. Menggunakan merek dagang Asel, kerugian yang dibukukan justru mencapai Rp 657 juta. Itu belum termasuk kerugian konsolidasi perusahaan hingga Rp 485 juta.”Itulah kondisi saat ini,” katanya mengakui.

Tahun lalu, BUMD tersebut mendapat penyertaan modal hingga Rp 5 miliar. Terkait AMDK yang masih merugi besar, ia beralasan kemampuan pengangkutan menjadi kendala utama. Dengan hanya dua unit mobil pengangkut, pihaknya tak bisa maksimal melayani konsumen. Penyertaan modal yang hanya ditambah Rp 1 miliar saja tahun ini juga dirasa kurang. Tersirat meminta anggaran yang lebih besar demi mendukung tumbuh kembang perusahaan.
“Kami berharap dukungan pemerintah 2017 dan 2018 lebih besar lagi agar bisa untung,” dalihnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin meminta Energi Selaparang tak terus merengek. Alih-alih menambah anggaran, ia meminta direksi memaksimalkan kinerja. “Atur uang itu dengan baik, beli apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Jika terus ditambah anggarannya, ia justru mempertanyakan semangat perusahaan untuk berjuang sesuai tujuan pendirian. Harusnya, dari bawah perusahaan merangkak hingga bisa berjalan bahkan berlari. “Kalau minta uang terus supaya besar, jadi bos saja langsung, jangan usaha,” sindirnya.

Dia menyarankan perombakan menejemen dalam struktur AMDK yang masih merugi. Efisiensi dan memaksimalkan hasil kerja juga harua dilakukan. Intinya, perusahaan menurut Warisin dibuat untuk berjuang mencari keuntungan dari modal yang ada. “Ingat prinsip usaha, kalau dijalankan saya yakin berhasil,” pungkasnya. (yuk/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost