Lombok Post
Kriminal

Intip Mahasiswi Mandi, Pemuda Ini Dievakuasi Polisi

EVAKUASI PELAKU: Kapolsek Mataram Kompol Taufik (kanan) setelah berhasil mengevakuasi Rodi (tidak pakai baju) dari dalam lubang sedalam empat meter. Rodi diduga mengintip mahasiswi yang mandi, di kos-kosan di Jalan Puring, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, kemarin (16/3). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Niat RP (inisial, Red) A�pemuda asal Lombok Tengah (Loteng) untuk mendapatkan pekerjaan di Mataram, malah berakhir di tahanan polisi. Ini akibat ulahnya sendiri yang berani mengintip mahasiswi di kos-kosan di Jalan Puring, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, kemarin (16/3).

Aksi isengnya ini ternyata sudah direncanakan satu hari sebelumnya. Saat ia baru tiba di Mataram, Rabu sore (15/3), dan menginap di tempat kawannya, yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Ketika itu, RP mendengar sayup-sayup suara guyuran air seperti orang mandi . Mendengar itu, langsung muncul niat jahatnya untuk mengintip. Karena itu, keesokan harinya (kemarin, Red), sekitar pukul 06.00 Wita, RP melancarkan aksinya.

Caranya, dia memanjat tembok dan mencari sumber suara yang ia dengar sebelumnya. Setelah menemukan posisi korban, pelaku mengeluarkan telepon genggamnya dengan tujuan untuk merekam aktivitas korban.

Apes. Belum lama merekam, tembok bata yang menjadi pijakan pelaku rubuh. Pecahan tembok mengenai atap rumah. Suaranya terdengar korban dan tetangganya, Nengah Dangin. Karena curiga, Dangin segera keluar dan melihat ke atas. Saat itu dia memergoki pelaku yang tengah berada di atas atap.

Dangin kemudian meneriaki Rodi sebagai maling. Mendengar teriakan tersebut, RP segera melompat ke dalam lubang pembuangan air, untuk menyelamatkan diri. Sebab, sesaat setelah teriakan Dangin, masyarakat berkumpul di sekitar TKP.

Polisi, yang mendapat laporan peristiwa tersebut, segera merapat ke TKP. Mereka berusaha mengevakuasi pelaku di dalam lubang sedalam empat meter. Namun, pelaku rupanya ketakutan. Dia khawatir dengan keselamatannya jika keluar.

a�?Akhirnya saya sendiri yang turun menjemput dia (pelaku, Red),a�? kata Kapolsek Mataram Kompol Taufik, setelah berhasil mengevakuasi pelaku sekitar puku 09.00 Wita, kemarin.

Taufik mengatakan, selama berada di dalam lubang persembunyiannya, pelaku memang meminta jaminan dari kepolisian. Agar massa yang berkumpul tidak main hakim sendiri.

a�?Saya gak mau mati sia-sia, kecuali ada polisi yang berani menjamin,a�? kata Taufik menirukan ucapan pelaku.

Mendengar itu, Kapolsek langsung menjamin bahwa keselamatannya akan tetap aman, selama mengikuti perintahnya.

a�?Saya bilang, saya ini Kapolsek, saya yang jadi jaminannya, akhirnya pelaku mau keluar,a�? ujarnya.

Untuk telepon genggam yang digunakan pelaku, lanjut Taufik, masih dicari anggotanya. Sebab, telepon genggam tersebut terjatuh ke lubang yang penuh lumpur, di tempat persembunyian pelaku.

Sementara itu, setelah berhasil dievakuasi polisi, RP mengatakan baru pertama kali datang ke Mataram. Kedatangannya itu dimaksudkan untuk mencari pekerjaan. Karena itu, aksinya mengintip diakuinya hanya sekadar iseng.

a�?Saya cuma iseng aja,a�? kata RP sambil menutup wajahnya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost