Lombok Post
Politika

Jamin Tak Ganggu Tahapan Pilkada

Komisioner KPU RI Arief Budiman.Dewi/Lombok Post

MATARAM – Masa jabatan komisioner KPU setiap provinsi di Indonesia berbeda-beda. Ada yang akhir tahun 2017, bulan Februari 2018, hingga awal tahun 2019.

Dari berakhirnya masa jabatan tersebut, bertepatan dengan jadwal pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) di masing-masing daerah. Karena dapat dipastikan, akan ada pergantian komisioner di tengah-tengah tahapan pilkada tersebut. Dengan adanya pergantian tersebut, timbul kekhawatiran terganggunya proses Pilkada yang akan berlangsung. a�?Mungkin mengganggu ya, karena itu menghabiskan energi kita,a�? kata Komisioner KPU RI Arief Budiman, kemarin (16/3)

a�?Selain menyiapkan penyelenggaraan pemilu, juga harus melakukan rekrutmen penyelenggara pemilu,a�? tambahnya.

Diakui hal itu tentu sangat mengganggu kerja KPU, karena menambah beban kerja. Tetapi diyakini, hal itu tidak sampai ke tahap yang menghentikan atau penundaan tahapan pelaksanaan pemilu. a�?Tidak sampai menunda atau menghentikan (pemilu, Red),a�? jelas Arief.

Meski adanya solusi ditawarkan perpanjangan surat keputusan (SK), kata dia, tidak bisa dilakukan. Lantaran berdasarkan Undang-Undang menyebutkan masa jabatan anggota KPU adalah lima tahun. Artinya, setelah jatuh tempo maka harus dilakukan rekrutmen ulang.

a�?Penyelenggara pemilu tidak diatur begitu,a�? kata pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini.

Mengenai akhir jabatan komisioner KPU NTB, sambungnya, berakhir pada bulan Februari 2019. Di mana pada tahun tersebut, pelaksanaan Pemilu 2019 jatuh dipertengahan tahun sekitar bulan Juni.

a�?Ada waktu empat bulan bagi yang terpilih untuk langsung bekerja menyelenggarakan pemilu,a�? jelasnya.

Mengenai adanya usulan perpanjangan jabatan pun ada pertimbangan khusus. Kata dia, ada hal-hal yang menjadi pertimbangan. Terutama, jika masih atau sedang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah. Serta tahapan ini belum terselesaikan.

a�?Maka mereka diperpanjang sampai tahapannya selesai,a�? tutup Arief. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost