Lombok Post
Tanjung

BUMDes Harus Berinovasi

POTENSI DESA: Seorang warga sedang memeriksa kandang yang digunakan untuk budi daya madu trigona di Desa Salut, Kayangan, beberapa waktu lalu. Madu trigona bisa menjadi salah satu potensi desa yang menghasilkan PADes. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNGA�– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Lombok Utara diharapkan bisa lebih berinovasi. Khususnya dalam rangka menyerap potensi PADes yang ada. a�?Banyak hal yang bisa dilakukan BUMDes untuk menghasilkan PADes,a�? ujar Koordinato Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Lombok Utara Adi Purmanto, kemarin (17/3).

Ditambahkan, BUMDes yang ada saat ini memilki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk itu, BUMDes harus aktif membentuk unit seperti LKM, perdagangan, pengelolaan pasar, dan pariwisata. a�?Unit-unit itu menjadi masukan bagi desa,a�? cetusnya.

Menurutnya, untuk memimpin BUMDes diperlukan manager yang memiliki inovasi ke arah tersebut. Sehingga BUMDes yang dikelola maju dan berkembang serta menghasilkan PADes. a�?Apalagi sekarang desa dibatasi melakukan pungutan. Jadi harus ada alternatif menghasilkan PADes,a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan, saat ini hampir di seluruh desa di Lombok Utara sudah memiliki BUMDes. Jumlahnya sekitar 32 BUMDes. Namun memang ada BUMDes yang baru terbentuk dan belum memiliki SK.

Adi menambahkan, potensi yang ada di desa-desa memang berbeda. Misalnya, di Desa Bayan dan Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan memiliki potensi budaya dan adat yang bisa dikembangkan. a�?Di sana untuk mengelola lahan pertanian masih tidak diperbolehkan menggunakan mesin. Nah kalau ini dijadikan wisata kan bisa menghasilkan bagi desa,a�? katanya.

Selanjutnya, banyak desa yang memiliki objek air terjun masing-masing. Ini juga bisa dikembangkan menjadi unit dalam BUMDes. Sehingga jika dikelola dengan baik juga bisa memberikan kontribusi pendapatan bagi desa.

Selain itu, sektor perkebunan di beberapa desa juga sangat bagus. Misalnya, saja ada desa penghasil pisang, kakao, dan kopi. Hasil kebun ini menurutnya jangan dijual mentah, tetapi harus ada inovasi untuk mengolahnya menjadi barang jadi yang lebih bernilai jual seperti kripik pisang dan cokelat kemasan. a�?Desa bisa mengolah melalui unit BUMDes kemudian dipasarkan. Ini perlu juga campur tangan pemerintah daerah, khususnya untuk pemasaran,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Polres Lombok Utara Pastikan Gelar Razia Miras

Redaksi LombokPost

Menristek Tinjau Lahan Kampus Politeknik

Redaksi LombokPost

Pemkab KLU Rekrut 600 Fasilitator Asal KLU

Redaksi LombokPost

Tidak Punya E-KTP, Tetap Bisa Memilih

Redaksi LombokPost

Pasar Tanjung Dilalap Api

Redaksi LombokPost

Jelang Pemilu, Kesbangpol Perkuat Koordinasi

Redaksi LombokPost

Rehab Rekon di KLU Dinilai Masih Lambat

Redaksi LombokPost

ASN Diminta Jangan Golput

Redaksi LombokPost

Pemkab KLU Jalin MoU dengan Unibraw

Redaksi LombokPost