Lombok Post
Tanjung

Klinik Berubah Jadi Tempat Praktik Pribadi

Ilustrasi.

TANJUNGA�– Tidak sanggup memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes Nomor 9 Tahun 2014, sejumlah klinik yang ada di Lombok Utara, khususnya tiga gili berubah menjadi praktik pribadi. Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Syamsul Bahri mengungkapkan klinik di Lombok Utara baik di darat maupun di gili yang mengalami perubahan tersebut. Pihaknya juga sudah turun ke langsung untuk mensosialisasikan Permenkes tersebut dan melihat langsung keadaan klinik dan praktik dokter pribadi di wilayah Lombok Utara.

A�a�?Klinik yang tidak bisa memenuhi persyaratan yang baru beralih menjadi praktik pribadi. Jadi, izinnya lebih banyak ke praktik pribadiA�bukan sebagai klinik,a�? ujarnya, kemarin (17/3).

Terkait jumlah praktik pribadi ini belum bisa dipastikan. Karena pihaknya masih melakukan pendataan. Apalagi banyak klinik yang dulu beralih ke praktik pribadi, sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Apabila ada yang mengajukan praktik pribadi, maka pihaknya turun melakukan peninjauan.

Menurutnya, jika tidak memiliki izin maka harus ditindak. Karena sarana kesehatan ini untuk masyarakat. Sehingga jika terjadi apa-apa mereka tidak mau mempertanggung jawabkannya.

Beberapa izin yang harus dipenuhi antara lain izin lokasi, izin dokter dan perawat, serta surat-surat izin lainnya. Izin-izin ini harus diurus ke Dinas Kesehatan. a�?Pengalihan pengurusan izin ke Dinas Penanaman Modal pernah mencuat. Tetapi tidak bisa karena izin klinik ada aturan khusus. Sedangkan, untuk penarikan izin sendiri tidak ada. Kalau langkahnya sama prosesnya,a�? jelasnya.

Sementara tarif pelayanan di klinik telah memiliki aturan di masing-masing. Sebab pemerintah tidak bisa menentukan harganya. Namun ia berharap kepada pengelola bisa memasang tarif sesuai tempat praktiknya. a�?Mereka sendiri yang menentukan, biasanya tergantung pada obat, jasa pelayanan dan tempat lokasinya beroperasi,a�? katanya.

Pihaknya sendiri pernah meminta data berapa tarif di masing-masing klinik dan praktik dokter, khususnya di tiga gili. Namun ada yang memberikan dan ada yang tidak. a�?Karena mereka swasta kita tidak bisa berikan aturan khusus. Itu haknya mereka tergantung pelayanan yang diberikan,a�? tandasnya.

Namun setidaknya dalam memasang tarif seharusnya juga bisa melihat kondisi di mana mereka praktik. Klinik atau tempat praktik membuat standar asalkan sesuai kondisi masyarakat. a�?Kita juga temukan ada klinik buka malam, padahal tidak ada izin, dan saat ini kita masih perbaharui datanya,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost