Sumbawa

AKBP Muhammad Berat Tinggalkan Sumbawa

SUMBAWAA�– Setelah bertugas selama 1 tahun 6 bulan sebagai Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad akan menjalani amanah barunya sebagai Kapolres Mataram. Sebagai penggantinya, Kapolda NTB mempercayakan AKBP Yusuf Sutedjo.

AKBP Muhammad secara resmi berpamitan dalam acara pisah sambut Kapolres Sumbawa di halaman Mapolres, Sabtu (18/3) malam. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Sumbawa, Sekda Sumbawa, pimpinan DPRD Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, Kajari Sumbawa, Ketua PN Sumbawa, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, pers dan sejumlah komunitas lainnya.

Saat berpamitan, AKBP Muhammad mengaku sangat berat meninggalkan masyarakat dan daerah ini. Banyak kesan yang didapatkan dan pengalaman yang luar biasa yang tidak pernah dirasakan di tempat lain. Ia merasa telah menyatu dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Tau dan Tana Samawa.

”Memang sangat berat, karena ibarat sedang mesra-mesranya kami dipisahkan,” ujarnya.

Namun karena tuntutan tugas dan jenjang karier, perpindahan ini pasti terjadi dan harus dilaksanakan. Karenanya dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Sumbawa. Karena telah mendukung terlaksananya tugas kepolisian dibawah kepemimpinnya sehingga situasi kamtibmas selalu kondusif.

Demikian dengan para wartawan yang juga ikut membantu menjaga kondusifitas dengan memberitakan hal-hal yang menyejukkan. Kepada anggota polres dan Brimob, dia menyampaikan apresiasi atas kerjasama selama ini. Sebab telah membantu dalam upaya mengemban tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

AKBP Muhammad juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah ini. Sebab, banyak janji yang belum terpenuhi dan tugas yang belum tertuntaskan.

Sementara itu, AKBP Yusuf Sutedjo, selaku Kapolres Sumbawa yang baru berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat menerima dan mendukungnya dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan di Sumbawa. Sebagai orang baru dia membutuhkan arahan dan bimbingan dalam memberikan pengabdiannya agar dapat melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dengan baik.

Dia mengaku salut dengan AKBP Muhammad yang juga merupakan adik asuhnya. Sebelumnya dia pernah bertugas di wilayah polda yang sama dan sama-sama menjabat sebagai kapolsek. Artinya, dia sudah mengenal AKBP Muhammad sejak dulu. Namun sekarang dia sudah jauh berubah bahkan membuatnya takjub.

Perwira yang lahir di Jakarta ini mengaku belum tentu bisa melakukan apa yang telah diberikan AKBP Muhammad kepada masyarakat dan Tana Samawa ini. Seperti menjadi da’i menyampaikan ceramah agama dan khutbah Jumat dari masjid ke masjid. Namun dia akan mencoba untuk terus belajar.

”Memang berat untuk meneruskan langkah beliau. Insya Allah dengan dukungan masyarakat dan pemerintah di sini, saya akan memberikan yang terbaik dengan tetap menjaga daerah ini tetap kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah mengatakan, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Sumbawa dia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Karena AKBP. Muhammad sudah memberikan pengabdian yang luar biasa. Dalam hal ini, bukan waktu pengabidannya yang dilihat, tetapi kualitasnya.

”Beberapa waktu lalu Pak AKBP Muhammad diberikan julukan sebagai Dea Guru oleh Prof Din Syamsuddin. Karena sering memberikan ceramah sebagai khatib di masjid-masjid,” kata wabup.

Wabup juga menyampaikan selamat datang kepada pejabat yang baru. Disampaikan, bahwa masyarakat di Sumbawa ini egaliter dan sangat terbuka dengan pendatang. Wabup mengharapkan agar selalu ada keterbukaan sehingga semua persoalan bisa ditangani. Selain itu, kerja sama sangat dibutuhkan agar tercipta kondusifitas daerah. Diharapkan kepada pejabat baru, agar dapat menyelesaikan apa yang belum bisa diselesaikan oleh pejabat yang sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumbawa H Arahman Alamudy mengatakan, hubungan harmonis dengan AKBP Muhammad sangat luar biasa. AKBP Muhammad memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat guna mewujudkan kondusifitas di Sumbawa. Dalam setiap kesempatan dia juga selalu mendatangi masjid untuk meberi siraman rohani. Sehingga ada keterikatan dengan masyarakat dan hubungannya dengan masyarakat juga harmonis.

A�”Terlalu singkat beliau di sini. Coba bukan dipromosikan, terpaksa kita bersurat ke Kapolri agar beliau jangan dipindah dulu. Semoga di tempat yang baru selalu dikaruniai rahmat oleh Allah. Karena pengabdiannya merupakan ibadah,” kata Abi Mang, akrabnya disapa. (run/r4)

Related posts

Cegah Konflik, Perlu Formulasi

Iklan Lombok Post

Mokhlis Pulang Kampung

Iklan Lombok Post

Bupati Janji Datangkan Investor Jagung

Iklan Lombok Post