Lombok Post
Selong

Pak Kadus Diduga Gagahi ABG di Toilet Kafe

GERET: Tim PPA Polres Lotim saat menggiring S (inisial, Red) seorang kepala dusun di Desa Danerase, Keruak menuju ruang pemeriksaan, Sabtu (18/3).Wahyu/Lombok Post

SELONG – Seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Danerase, Keruak berinisial S, 45 harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lotim.Ia dipolisikan atas dugaan kekerasan seksual pada anak.

a�?Kita sedang dalami kasus ini,a�? kata Kanit PPA Aipda I Nengah Wardika.Kasus tersebut terungkap setelah Marni, ibu korban melapor pada polisi. Diceritakan, kejadian bermula ketika sang kadus mengajak bertemu tiga remaja yang baru dikenalnya.

Mereka lantas diajak berjalan-jalan ke Labuhan Haji. Tak lama sang kadus mengajak para ABG tersebut ke sebuah kafe di area pelabuhan itu. Di sana, korban mengaku dicekoki minuman keras sebelum pelaku melampiaskan syahwatnya.a�?Dua dari tiga perempuan itu disetubuhi bergantian di toilet cafe,a�? jelasnya.

H putri dari Marni diketahui baru berusi 17 tahun atau masih di bawah umur. Sedangkan NA sudah berusia 18 tahun, satu lagi teman korban yang menjadi saksi kunci adalah SIN yang berusia 16 tahun.

a�?SIN ini yang melapor pada ibu korban,a�? ujarnya.
Khusus untuk korban yang dibawah umur, tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak menjadi sangkaan yang dikenakan. Kendati pelaku beralasan melakukan persetubuhan atas dasar suka sama suka, namun korban yang masih di bawah umur membuatnya tak bisa berkutik.

Bahkan untuk satu korbannya lagi, kendati sudah tergolong dewasa, bisa saja dikategorikan sebagai korban. Terlebih sebelum berhubungan, korban dicekoki muniman keras sehingga melakukan hubungan badan dalam kondisi setengah sadar.
a�?Kita suka-sama suka,a�? bantah sang kadus tertunduk lesu.
Mencegah amuk massa, polisi memutuskan menginapkan sementara si kadus dalam jeruji besi sel Polres Lotim.

Rencananya dalam waktu dekat olah tempat kejadian perkara segera dilakukan. Hal ini sembari menanti pulihnya kondisi dua korban yang kini jatuh sakit dan tertekan secara mental. Karena itu , polisi juga masih menanti waktu yang pas untuk melakukan sernagkaian pemeriksaan.
a�?Belum lengkap kita ambil keterangan mereka, kita tunggu psikologinya membaik juga,a�? tukas Wardika. (yuk/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost