Lombok Post
Praya

Sirkuit Bandara Harus Berstandar Internasional

MOTOCROSS: Salah satu pembalap tengah berjibaku dengan lumpur di LIA MGC, di Praya Lombok Tengah kemarin (19/3). dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Kejuaraan nasional (Kejurnas) grasstrack regional III, di Lombok International Airport (LIA) Motocross and Grasstrack Circuit (MGC), di Lombok Tengah (Loteng) berlangsung meriah. Kegiatan ini diikuti 150 pembalap dari Bali, NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

a�?Tetap jaga sportifitas, semoga melahirkan pembalap handal dan profesional,a�? kata Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, kemarin (19/3) saat membuka Kejurnas.

Ia berharap, Kejurnas semacam itu dapat diselenggarakan secara rutin di Loteng. Terlebih, fasilitas di LIA MGC sudah berstandar nasional, tinggal ditingkatkan lagi, sehingga selaras dengan statusnya sebagai bandara internasional.

a�?Karena biar bagaimana pun, kegiatan seperti ini secara langsung menghibur masyarakat kita,a�? ujar Pathul, dihadapan General Manager (GM) PT Angkata Pura I (AP) LIA I Gusti Ngurah Ardita, Ketua Pengprov IMI NTB M Edo Haedin dan tamu undangan lainnya.

Program jangka pendek, pesan Pathul pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, agar menjaring dan meningkatkan bakat pembalap daerah. Caranya, dengan melaksanakan pertandingan rutin.

A�a�?Semoga, muncul pembalap terbaik dan andal, asal Gumi Tatas Tuhu Trasna,a�? harapnya.

Sementara itu, GM AP LIA I Gusti Ngurah Ardita merasa bersyukur karena selama pelaksanaan Kejurnas grasstrack regional III berlangsung aman. Aparatur pemerintah tiga desa dilingkar bandara ikut serta membantu, dengan menurunkan Badan Keamanan Desa (BKD) masing-masing. a�?Sekali lagi, terima kasih,a�? kata Ardita.

Senada dikatakan Ketua Pengprov IMI NTB M Edo Haedin. Ia menerangkan, ada dua kelas pertandingan yang disiapkan panitia yaitu, kelas utama terdiri dari kelas bebek pemula, bebek modifikasi 110 CC junior, bebek modifikasi 125 CC junior. Lalu, bebek modifikasi 110 CC senior dan bebek modifikasi 125 CC senior. Kemudian, kelas sport dan trail senior.

Selanjutnya, kelas supporting meliputi, kelas OMR KLX pemula lokal NTB 155 CC non juara, kelas sport dan trail open, OMR KLX pemula lokal Loteng 155 CC non juara. Berikutnya, FFA open, SE 50 CC, SE 65 CC, kelas SE 85-250 CC, terabas dan kelas eksekutif 40 tahun keatas. a�?Selamat bertanding, tetap semangat,a�? seru Edo.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost