Lombok Post
Giri Menang

Terkendala Alat, Produksi Terhambat

PRODUK LOKAL: Sejumlah anggota Karang Taruna Desa Karang Bongkot tengah membuat produk kerajinan. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

Tidak banyak perajin sandal yang membuka usaha di Lobar. Usaha ini dinilai tidak mudah berkembang. Apalagi pesaingnya cukup banyak. Namun bagi Irawan, warga Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, usaha kerajinan sandal sangat prospektif.

***

Pria yang kini genap berusia 33 tahun itu, bukanlah orang baru di dunia kerajinan sandal. Ia sudah mulai mengembangkan usaha itu sejak tahun 2010 lalu. Dengan kurun waktu itu, sudah berbagai bentuk sandal dihasilkan.

Irawan adalah salah satu perajin sandal yang gemar berinovasi. Dari bentuk hingga motif sandal yang dibuat disesuaikan dengan pasaran. Namun tetap belum banyak dilirik pasar lokal.

Produk yang dihasilkan memang bentuknya biasa. Begitu juga dengan corak atau motifnya. Tidak ada yang istimewa. Sama seperti produk sandal kebanyakan.A� Dia beralasan produk tersebut dihasilkan dengan alat seadanya, sehingga sulit baginya berinovasi.

Tetapi meski menggunakan alat sederhana, kualitas sandalnyaa tidak kalah dibandingkan dengan sandal-sandal produksi pabrikan.A�Namun ia mengaku mengalami kesulitan memasarkan produknya.

a�?Mungkin masyarakat lebih memilih yang A�bermerek,a�? keluhnya.

Sulitnya pemasaran membuat usahanya sempat vakum beberapa bulan. Ia memilih berhenti sementara. a�?Saya saat itu masih menggangur,A� karena dari pada tidak ada kerjaan, iseng-iseng saya coba buat sandal lagi,a�? katanya.

Berkat ketekunan dan tekad yang kuat, usahanya mulai berkembang. Bahkan sejumlah anggota Karang Taruna di desa tempat tinggalnya, ikut berkecimpung.

Irawan diminta mengajarkan semua anggota Karang Taruna ini mengenai cara membuat sandal. Hasilnya, produksi sandal Irawan dan anggota Karang Taruna ini mulai meningkat.

Dalam sehari mereka mampu memproduksi empat pasang sandal. Sayangnya, produk yang dihasilkan belum sempurna. Karena masih menggunakan alat sedanya.

a�?Mesin pemotong dan mesin press belum ada. Kalau mesin ini ada, bisa produksi 15 pasang per hari,a�? katanya.

Walaupun demikian, Irawan tidak pasrah dengan keadaan. Kali ini dia berencana bersama anggota Karang Taruna akan memasarkan produk-produk mereka di objek wisata di Lobar.A� Bahkan ke depan sudah berencana A�memproduksi menggunakan bahan baku lain seperti kain Sasak ataupun daun pandan. Melalui produk sandalnya, ia ingin mengangkat kerifan lokal.

Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat. Dijual mulai harga Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung jenis bahan yang dipesan oleh pemesan. (M ZAINUDDIN, Giri Menang/r3)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost