Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Transaksi Pasar Murah Tembus Rp 74 Juta

CABAI MURAH: Kepala Dinas Perdagangan Hj Putu Selly Andayani memantau aktivitas penjualan cabai di pasar sembako murah yang berlangsung di Taman Mayura Jumat lalu (17/3).EDY GUSTAN/LOMBOK POST

MATARAM – Transaksi pasar sembako murah yang digelar Dinas Perdagangan NTB mencapai Rp 74.990 juta lebih. Pasar sembako murah yang berlangsung di Taman Mayura, Cakranegara itu melibatkan 30 distributor sembako.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, pasar sembako murah itu hadir untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat sekaligus membantu mereka memenuhi kebutuhannya. Kegiatan tersebut dilakukan menyambut momentum Nyepi bagi umat Hindu.

Masyarakat sejak Jumat pagi sudah menyerbu sejumlah lapak pedagang. Yang paling diburu adalah kebutuhan sehari-hari seperti telur, minyak goreng, beras, sayur mayur, dan cabe rawit. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bahkan menjual cabai rawit seharga Rp 80 ribu per kilogramnya. Sedangkan cabai rawit merah dijual seharga Rp 120 perkilogramnya.

Tidak hanya itu, 1,5 ton beras yang dijual Toko Tani Indonesia (TTI) ludes dibeli masyarakat. Saat itu, TTI menjual berasnya seharga Rp 7.500 per kilogramnya. Termasuk telur yang disiapkan sebanyak 1500 butir habis dalam waktu dua jam. Bahkan pedagang telur sempat kembali mengambil produknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Kami berharap psikologi konsumen tetap terjaga sehingga semakin cerdas membelanjakan uangnya,” ujar Putu Selly kepada wartawan di Mataram kemarin (19/3).

Pasar sembako murah kali ini juga melibatkan retail modern seperti Alfamart dan Giant. Alfamart bahkan menjual paket sembako lengkap dengan harga Rp 45 ribu. Sementara Dinas Perikanan menyediakan ikan segar yang tidak kalah lakunya.

Produk UKM lainnya juga laris manis di lokasi pasar murah itu. Nutsafir Cookies yang merupakan produk panganan yang sudah tembus pasar Internasional juga turut andil. Karuan, masyarakat juga memborong produk panganan berbahan kacang-kacangan itu.

Pertamina pun ikut menjual Bright Gas dengan promosi kompor gas. Masyarakat juga membeli gula pasir merek Gula Tambora yang dijual PT.SMS. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Mataram.

Dinas Perdagangan NTB rutin menggelar pasar murah setiap hari Jumat di halaman kantor Dinas Perdagangan. Selly optimistis program tersebut mendapat dukungan masyarakat termasuk para distributor.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami mendorong kegiatan serupa berlangsung di kabupaten/kota lainnya di NTB,” papar dia.

Program serupa rencananya akan digelar awal April 2017 di Kabupaten Lombok Utara dan di Pulau Sumbawa. Dinas Perdagangan NTB akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Sumbawa, Bima, dan Dompu. Selly berharap program tersebut dapat berdampak signifikan terhadap stabilisasi harga di pasaran.

Wati, salah seorang konsumen asal Ngomong, Mataram sangat menikmati berbelanja di pasar murah tersebut. Menurutnya, pasar murah itu sangat membantunya memperoleh kebutuhan bahan pokok. “Kalau bisa sih sering-sering saja ngadakan pasar murah, ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya sambil membopok tiga trei telur ayam negeri. (tan/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post