Lombok Post
Selong

Di Kalijaga, Lotim Isu Penculikan Anak Mulai Makan Korban

NYARIS DIHAJAR: SL, 21 tahun warga asal Madura yang nyaris dihakimi warga karena dicurigai sebagai penculik anak kemarin (20/3) saat diinterogasi di Polres Lotim. TONI/LOMBOK POST

SELONG – Sejumlah warga di Desa Kalijaga Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim) nyaris menghakimi SL, seorang warga asal Madura. Ia dicurigai sebagai penculik anak yang kini meresahkan masyarakat. Konon warga yang curiga dengan gerak gerik SL lantas mengepungnya dan hendak menghakimi. Beruntung, SL diamankan di Kantor Desa Kalijaga kemudian dibawa ke Polres Lotim.

a�?Saya hanya minta sumbangan untuk pembangunan Pondok Pesantren di daerah Jawa. Saya dari Madura,a�? kata SL ketika diinterogasi pihak Polres Lotim kemarin (20/3).

SL mengaku telah berada di Lombok beberapa hari. Ia berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain di wilayah Lotim bersama beberapa orang rekannya untuk meminta sumbangan bagi pembangunan Ponpes.

A�Sayang, gelagat SL yang mencurigakan malah membuatnya dianggap oleh warga sebagai penculik anak. Warga nampaknya terprovokasi isu pesan berantai penculikan anak yang kini mulai meresahkan masyarakat.

a�?Saya diutus oleh Ponpes untuk meminta amal saja. Ada kok surat pendelegasian yang saya bawa,a�? akunya.

Namun ketika diminta menunjukkan surat keterangan Ponpes yang meminta amal, SL tak dapat menunjukkan. Dari tangan SL, terdapat sejumlah uang kertas hasil meminta sumbangan. Ia juga membawa beberapa barang seperti minyak-minyakan, kalung serta beberapa barang yang dikatakan sebagai azimat.

SL bersikeras menolak dianggap sebagai pengemis yang berkedok peminta sumbangan amal untuk Ponpes. Ia mengaku sebagai alumni Ponpes yang tidak ia sebutkan jelas identitas Ponpes tersebut. a�?Saya tinggal di Kopang Lombok Tengah selama di sini. Setelah sumbangan terkumpul baru saya pulang ke Jawa,a�? bebernya.

SL menunjukkan identitas KTP luar Pulau Lombok, namun SL ternyata memiliki identitas Surat Izin Mengemudi (SIM) Kota Mataram. a�?Ini dibuatkan saudara saya,a�? kelit pria ini.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Antonius Faebuadodo Gea mengkomfirmasi bahwa SL bukanlah penculik anak. Dari hasil interogasi, SL memang dikatakan sebagai peminta sumbangan.

A�a�?Bukan penculik anak, itu hanya kekhawatiran warga yang termakan isu nasional,a�? ujarnya kepada Lombok Post.

Untuk itu, Antonius meminta warga jangan mudah percaya pada isu yang menyesatkan. Apalagi, isu ini menurutnya sudah menyebar secara nasional.

a�?Saya baca di beberapa media nasional, banyak juga muncul isu ini,a�? cetusnya.

Terpisah, Kapolres Lotim AKBP Wingky Adithyo Kusumo meminta warga untuk tidak bertindak melanggar hukum dengan menghakimi warga lainnya. Ia berharap warga tidak terprovokasi oleh isu yang menyesatkan seperti penculikan anak yang bisa menggangu kamtibmas di Lotim.

a�?Sebaiknya warga tidak mudah percaya dengan isu seperti itu (Penculikan anak, Red). Cek info dan kebenarannya kepada para Bhabinkamtibmas yang ada di desa masing-masing,a�? pintanya. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost