Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Utamakan Proyek Infrastruktur Transportasi

INFRASTRUKTUR: Jalur layang MRT koridor selatan-utara Blok M Jakarta tengah dalam proses pengerjaan. PT Wijaya Karya, merupakan salah satu BUMN konstruksi yang “mengincar” proyek-proyek infrastruktur.

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Wika) memiliki beberapa sasaran proyek yang akan diraih di 2017. Sebagai BUMN konstruksi, proyek-proyek infrastruktur masih menjadi yang paling dominan diincar Wika. Arah investasi tahun ini dan ke depan, karena sudah 57 tahun berkiprah di Indonesia, ingin utamakan proyek infrastruktur transportasi.

Direktur Keuangan Wika A.S.N Kosasih menjelaskan, lebih spesifik proyek infrastruktur tersebut adalah pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang menjadi proyek prioritas nasional. Menurutnya, program pemerintah yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur yang dikombinasikan dengan peningkatan konektivitas nasional, menjadi peluang besar bagi Wika.

A�a�?Beberapa yang ingin disasar adalah proyek pembangunan pelabuhan, jalan tol, dan prasarana infrastruktur transportasi berbasis rel. Selain infrastruktur transportasi, peluang kedua yang akan disasar Wika adalah infrastruktur pembangkit listrik. Strategi Wika dalam mendapatkan proyek ini, adalah dengan mensinergikan proyek-proyek kawasan industri. Kawasan industri itu kan harus punya power plant, dan disitu juga harus ada pengolahan air bersih, itu semua keahlian kita, jadi mudah,a�? ujar Kosasih di sela acara Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) Tahunan di gedung Wika, Cawang, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Kontraktor pelat merah ini menjadi salah satu yang mendapatkan berkah dari kedatangan Raja Salman dan delegasinya ke Tanah Air beberapa waktu lalu. Emiten dengan kode saham WIKA tersebut dipercaya menggarap proyek perumahan di Arab Saudi senilai Rp 26 triliun.

a�?Mereka lahan besar sekali, kemungkinan kita akan bangun perumahan horizontal, ada residensial, apartemen dan perumahan,a�? ungkap Kosasih.

Meski baru pada tahap Nota Kesepahaman, Kosasih mengatakan, membangun perumahan di Arab Saudi merupakan kesempatan baik bagi Perseroan memperkenalkan keunggulan BUMN Indonesia.

a�?Kita bersyukur sekali kita dikasih kesempatan membangun Saudi Arabia, untuk perumahan di Saudi Jedah. Kemungkinan besar total proyeknya Rp 26 triliun. Karena di sana tidak ada sumber daya manusia (SDM), project management nanti dari kita. Kita bisa menunjukkan karya anak bangsa ada disana, bisa membanggakan jemaah umroh dan haji bisa lihat bahwa yang bangun Indonesia. Kalau perlu kita bawa dari sini, kita bawa dari sini SDM,a�? tuturnya. (ers/jpg/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post