Lombok Post
Praya

27 Tahun Berkarir di NTB, Murid Tersebar di Sejumlah Provinsi

SEDANG MERIAS: Kak Adi, tengah sibuk merias salah satu peserta putri kecantikan di Lombok Tengah, Senin (20/3). dedi/Lombok Post

Anak didik M Samsulhadi, dibidang tata rias dan busana pengantin ternyata sudah tersebar di sejumlah provinsi Indonesia. Bagi yang ingin belajar, ia membuka kelas di kecantikannya di wilayah Jontlak, Praya Tengah.

***

a�?SelainA� sebagai pendidik. Alhamdulillah, saya dipercaya sebagai pembina salon-salon kecantikan di seluruh kabupaten/kota di NTB,a�? ujar Kak Adi-panggilan akrab- sembari memperlihatkan cara merias salah satu peserta kontes kecantikan di Praya.

Yang membuat dirinya merasa bangga, ia adalah satu-satunya perias asal NTB, yang dipercaya sebagai mentor dan asesor dibidang tata rias.

Pendidikan dan pelatihan mentor dan asesor, sudah dijalaninya di Denpasar Bali. Selanjutnya, ia ditugaskan untuk keliling Indonesia, guna memberikan penilaian dan rekomendasi. Bukti keberhasilannya itu pun, ia menyabet Anugrah Maha Pratama, pada tahun 2011 lalu.

a�?Alhamdulillah, itu semua berkat dukungan Pemkab Loteng, pengurus PKK Loteng dan seluruh masyarakat Loteng. Terima kasih,a�? ujar Kak Adi.

Untuk meraih k kesuksesan itu, tidak semudah membalikkan telapan tangan. Berawal dari modal nekat dan berani, ia memilih membuka salon kecantikan padahal ia mengantongi ijazah sarjana pendidikan Bahasa Indonesia, di Universitas Mataram (Unram) tahun 1990 silam.

Selama berkarir dibidang tata rias, cibiran miring datang silih berganti. Namun, ia tidak mempedulikannya, ia justru tetap konsisten dengan apa yang digelutinya. Apalagi, ia mengenal tata rias sejak duduk dibangku SMA, atau sejak tahun 1984 silam.

a�?Alhamdulillah, saya menikah pada tahun 1989 silam,a�? cetus Kak Adi.

Saat ini, ia memiliki dua orang anak dan tiga orang cucu. Dari hasil kerja dibidang tata rias itulah, anak-anaknya cukupp sukses menyelesaikan kuliah, hingga bekerja secara mandiri. Ia pun tidak pernah merasa khawatir, siapa yang akan meneruskan ilmunya.

Karena, kata Kak Adi ada ribuan, bahkan puluhan ribu anak didiknya yang sudah sukses, melebihi dirinya, tersebar di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Ia merasa bangga, jika anak didiknya lebih sukses dari dirinya dan merasa merugi, jika anak didiknya jalan di tempat.

a�?Di sisa umur saya ini, saya ingin menunjukkan pengabdian kepada daerah saya tercinta, nusa dan bangsa. Saya bangga bekerja sebagai penata rias,a�? kata Kak Adi.(Dedi Shopan Shopian a�� Prayar2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost